Kelangkaan LPG 3 kg di Kota Manado, YLKI Sulut desak Pertamina jelaskan ke masyarakat

Wolter Rumapar
Rabu, 25 Maret 2026
DAERAH 0 346
2 menit membaca

PRIORITAS, 25/3/26 (Manado): Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulawesi Utara menyoroti kelangkaan gas LPG 3 kg di Kota Manado. Lembaga konsumen tersebut mendesak Pertamina dan instansi terkait segera memberi penjelasan kepada masyarakat serta memperkuat pengawasan distribusi tabung bersubsidi tersebut.

“Pertamina harus bersuara memberikan penjelasan ke masyarakat, apakah suplay kuota masih tetap atau sudah berkurang dari Pertamina. Kalau jumlah kuota masih tetap, itu artinya ada penyimpangan distribusi dari agen ke pengecer atau penyimpangan terjadi di tingkat pengecer,” ujar Ketua YLKI Sulawesi Utara, Aldy G. Lumingkewas, Selasa (24/3/26).

Lumingkewas mempertanyakan apakah pasokan kuota LPG 3 kg masih sama atau sudah berkurang. Pernyataan ini merespons laporan kelangkaan LPG 3 kg yang beredar di Kota Manado.

Pelaku usaha diduga serap LPG subsidi

Aldy menyoroti praktik penggunaan LPG 3 kg oleh pelaku usaha komersial. Ia menyebut ada dugaan rumah makan yang tidak masuk usaha mikro hingga hotel masih menggunakan gas bersubsidi tersebut. “Usaha-usaha rumah makan bahkan hotel ada yang menggunakan LPG 3 kg, itu artinya pengawasan terhadap penyaluran LPG 3 kg tidak ada,” paparnya.

Dia menegaskan kewenangan penindakan ada di tangan pemerintah daerah. YLKI Sulut mendorong Dinas ESDM dan Perdagangan mengaktifkan pengawasan berdasarkan regulasi yang berlaku. Aldy merujuk pada Surat Edaran Direktur Jenderal Migas Nomor 6.E/MG.05/DJM/2024 yang telah disosialisasikan ke seluruh pemerintah daerah kabupaten dan kota.

YLKI menyarankan pembentukan tim khusus pengawasan distribusi LPG 3 kg di tingkat daerah seperti dikutip Sulut24.com. “Kami sarankan supaya Pemerintah Kota Manado bisa bentuk tim khusus pengawasan distribusi LPG 3 kg,” katanya. (P-*/wr).

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025