Munchen tersingkir, PSG kembali ke final dan berpeluang ukir sejarah baru Liga Champions

Wolter Rumapar
Kamis, 7 Mei 2026
BOLA 0 238
3 menit membaca

Konrad Laimer dari Bayern Munchen (tengah) berusaha memblokir umpan dari pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia pada leg kedua semifinal Liga Champions di Munich, Jerman, Rabu (6/5/26). (‘Courtessy’ Beritasatu.com/AP/Matthias Schrader)


PRIORITAS, 7/6/26 (Munich):  Juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) kembali melangkah ke final Liga Champions mus 2025-2026.

Kepastian itu diraih PSG setelah menyingkirkan Bayern Munchen dengan agregat tipis 6-5.

Hasil imbang 1-1 pada leg kedua semifinal Liga Champions di Munchen,  Kamis (7/5/26) dini hari WIB, cukup mengantarkan wakil Prancis itu ke partai puncak untuk melawan Arsenal.


Menariknya, Munchen kembali menjadi kota penuh kenangan bagi PSG. Musim lalu, mereka meraih gelar juara Liga Champions pertama di kota yang sama setelah menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 pada partai final.

Kini, dengan skuad yang relatif tak banyak berubah, PSG berpeluang menorehkan sejarah baru dengan meraih gelar kedua secara beruntun.

Dembele jadi pahlawan

Gol cepat Ousmane Dembélé pada awal pertandingan menjadi kunci keberhasilan PSG.

Penyerang asal Prancis itu mencetak gol pada menit ketiga setelah menerima umpan matang dari Khvicha  Kvaratskhelia, yang sebelumnya melakukan kombinasi satu-dua dengan Fabián Ruiz di lini tengah.

Bayern Munchen sempat menjaga asa lewat gol Harry Kane pada masa tambahan waktu. Namun, gol tersebut datang terlambat untuk membalikkan keadaan sekaligus memupus ambisi raksasa Jerman itu meraih treble musim ini.

Dengan hasil ini, PSG yang berstatus juara bertahan kembali menembus final dan akan menghadapi Arsenal di Budapest, Hungaria, pada 30 Mei mendatang. Arsenal melangkah ke final setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1.

Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, menyambut pencapaian timnya dengan penuh antusias. “Ini luar biasa, dua final. Sekarang kami akan pergi ke sana dan mencoba meraih bintang kedua. Saya mengatakan kepada para pemain kita adalah pejuang,” ujarnya.

Gelandang PSG, João Neves, juga menegaskan kesiapan timnya menghadapi tekanan besar sepanjang laga. “Kami tahu bagaimana caranya menderita dan kami siap menghadapi apa pun. Kami bangga dengan pencapaian ini,” katanya.

Sepanjang pertandingan, Bayern Munchen sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun, lini pertahanan PSG tampil solid dan mampu meredam serangan berbahaya yang dipimpin Harry Kane, Luis Díaz, dan Michael Olise.

Kiper Bayern, Manuel Neuer, bahkan harus bekerja keras untuk mengantisipasi peluang dari Désiré Doué dan Kvaratskhelia pada babak kedua.

Laga juga diwarnai sejumlah kontroversi, termasuk klaim handball terhadap Nuno Mendes yang tidak dikabulkan wasit João Pinheiro, serta insiden bola mengenai tangan João Neves di area penalti.

Meski terus ditekan, PSG mampu mempertahankan keunggulan agregat hingga peluit panjang berbunyi. Dilansir Beritasatu
Com, hasil ini mempertegas konsistensi tim asuhan Luis Enrique, yang kini berpeluang mempertahankan gelar Liga Champions . (P-wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan