
Penampakan kapal-kapal di Selat Hormuz. (‘Courtesy’ Detik.com/Reuters/stringer)PRIORITAS, 30/4/26 (Washington): Informasi terkini menyebutkan, Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memilih mempertahankan blokade Angkatan Laut AS untuk menekan Iran terkait program nuklirnya, demikian Axios melaporkan, Rabu (29/4/26) waktu setempat.

“Blokade ini sedikit lebih efektif dibandingkan pengeboman. Mereka sedang tercekik,” ungkap Trump.
“Ini akan menjadi lebih buruk bagi Iran.”
Iran sedang cari kesepakatan

Saat ini, klaimnya, Iran sedang mencari kesepakatan untuk mencabut blokade AS atas jalur pelayaran strategis tersebut.
Namun, Trump menolak tawaran Iran untuk membuka Selat Hormuz dan menunda pembahasan nuklir, dengan menegaskan tujuan utamanya tetap mencegah Iran memiliki senjata nuklir berbahaya.
Dikatakannya lagi, ketidakmampuan mengekspor minyak telah membuat infrastruktur Iran “hampir meledak.”
Serangan udara “singkat dan kuat”
Dalam pasa itu, sebuah sumber sahih mengatakan kepada Axios, dikutip Antara, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah menyusun rencana serangan udara “singkat dan kuat” untuk mengatasi kebuntuan diplomatik jika Iran tidak mengalah lagi.
Berdasarkan sumber itu, Trump belum memberikan otorisasi untuk tindakan militer tersebut, demikian Anadolu. (P-*r/jr)

