
Michael Jackson dalam film “Michael”. (Courtesy: Instagram Michael Movie via Antara)PRIORITAS, 27/4/26 (Los Angeles): Film yang mengangkat biografi raja pop Michael Jackson berjudul “Michael”, mencatat sensasi dalam tiga hari pada pekan pertama pemutarannya di Amerika Utara, meliputi negara-negara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Film tersebut mulai diputar pada 24 April 2026 secara global, namun beberapa bioskop menawarkan pemutaran awal (early access) terbatas mulai 22 April 2026, termasuk di Indonesia.
Menurut media internasional Variety edisi Minggu (26/4/26), pada awal pemutarannya “Michael” membukukan perolehan USD97 juta (sekitar Rp1,6 triliun) di Amerika Utara, dan USD217 juta (Rp3,7 triliun) secara global di seluruh dunia.
Capaian itu menjadikan “Michael” sebagai film biopik dengan penjualan tiket bioskop awal terbaik sepanjang masa. Itu melampaui rekor film “Straight Outta Compton” (2015) yang membukukan perolehan USD60 juta pada pekan pertama pemutaran, dan “Bohemian Rhapsody” yang pada 2018 meraup USD51 juta.

Kendati demikian, meskipun sebagian besar kritikus tidak memberikan ulasan baik di Rotten Tomatoes, biopik ini mendapat sambutan positif dari penonton, yang memberikan nilai “A-” dalam jajak pendapat CinemaScore.
Film biopik berbiaya mahal
Dilansir dari Antara Senin (27/4/26), pembeli tiket film “Michael” sekitar 61 persen perempuan dan 66 persen berusia 25 tahun ke atas menurut PostTrak.
Disutradarai Antoine Fuqua, film “Michael” mengisahkan perjalanan karier Michael Jackson sejak masa awal bersama Jackson 5 sampai menjadi salah satu ikon musik dunia.
Sosok Michael Jackson diperankan Jaafar Jackson, keponakan Michael Jackson, dan ini menjadi debutnya dalam dunia akting.
Film “Michael” diproduksi dengan biaya sekitar 200 juta dolar AS, menjadikannya sebagai salah satu biopik berbiaya mahal. Pendanaan proyek film ini melibatkan Lionsgate, Universal Pictures selaku distributor film internasional, serta pengelola warisan Michael Jackson.
Keberhasilan “Michael” dinilai sebagai penanda kebangkitan performa box office Lionsgate setelah mengalami sejumlah kegagalan pada 2024.
Menurut catatan, “Michael” menjadi film terlaris Lionsgate dalam waktu sekitar satu dekade sejak “The Hunger Games: Mockingjay – Part 2” (2015).
Di Indonesia, “Micahel” diputar di jaringan bioskop utama seperti Cinema XXI dan Cinépolis, serta KCM. (P-*/rwt)

