Kerja sama antara Polri dan FBI, ungkap sidikat “phising” global

Zamir Ambia
Kamis, 23 April 2026
Hukum NEWS 0 307
2 menit membaca

PRIORITAS, 23/4/26 (Jakarta): Kantor Cabang Biro Investigasi Federal (FBI) di Atlanta bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berhasil menuntaskan penyelidikan kolaboratif yang berlangsung selama beberapa tahun. Upaya tersebut berujung pada operasi pengungkapan jaringan phishing global yang tergolong canggih.


Dalam keterangan resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada Kamis (23/4/26), disebutkan, kerja sama siber perdana antara Amerika Serikat dan Indonesia ini secara khusus menyasar pengembang perangkat phishing populer bernama “W3LL”.

“Ini bukan sekadar phishing—ini adalah platform kejahatan siber yang lengkap. Dan kami akan terus bekerja sama dengan mitra penegak hukum dalam dan luar negeri, menggunakan semua alat yang tersedia untuk melindungi masyarakat,” kata Kepala Agen Khusus FBI Atlanta Marlo Graham, dikutip dari Antara.

“Amerika Serikat sangat berterima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia atas keahlian dan komitmennya dalam upaya bersama ini,” ujarnya.


Dalam operasi tersebut, Polri berhasil mengamankan tersangka pengembang yang diidentifikasi sebagai G.L. Selain itu, pelaksanaan surat perintah penggeledahan turut menghasilkan penyitaan sejumlah aset dan perangkat keras yang memuat bukti terkait ribuan target di berbagai negara.

Infrastruktur phishing tersebut ditopang oleh pasar daring bernama W3LLSTORE. Sepanjang 2019 hingga 2023, platform ini memfasilitasi penjualan lebih dari 25.000 akun hasil peretasan serta akses ilegal ke berbagai sistem.

Khusus dalam periode 2023 hingga 2024, perangkat phishing itu digunakan untuk menyasar lebih dari 17.000 korban yang tersebar di hampir seluruh benua.

Nilai total penipuan

Secara keseluruhan, pengembang W3LL berperan dalam memfasilitasi pencurian ribuan kredensial akun serta upaya transaksi penipuan dengan nilai melampaui 20 juta dolar AS atau sekitar Rp350 miliar di tingkat global.

“Keberhasilan operasi ini berkat kerja sama yang terkoordinasi antara penyidik siber dari FBI Atlanta, Bareskrim Polri, dan Kepolisian Nusa Tenggara Timur (Kupang),” kata Perwakilan FBI Robert Lafferty dalam konferensi pers di Markas Besar Polri pada Rabu (22/4/26).

“Sementara FBI memantau jejak digital dan melacak aliran dana di Amerika Serikat, Polri melakukan operasi lapangan yang krusial untuk melacak dalang operasi tersebut dan mengumpulkan bukti digital yang penting,” tuturnya. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan