Danantara incar proyek investasi energi ke Singapura senilai 30 miliar dolar AS

Zamir Ambia
Kamis, 23 April 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 23/4/26 (Jakarta): Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah mengincar partisipasi dalam proyek kolaborasi energi terbarukan bersama Singapura, dengan estimasi nilai investasi mencapai 30 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp518,74 triliun.


Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyebutkan, minat investor terhadap proyek penyediaan listrik hijau ini tergolong tinggi. Proyek tersebut meliputi pembangunan infrastruktur panel surya serta jaringan transmisi listrik lintas negara.

“Kami akan melaksanakan dan meninjau ekspor energi untuk Singapura, dan Indonesia dalam hal (proyek) panel surya, yang kemungkinan akan menjadi proyek terbesar di ASEAN,” kata Pandu dalam acara Fitch Ratings Annual Indonesia Conference di Jakarta, Kamis (23/4/26).

Ia menuturkan, partisipasi Danantara juga mencakup pengembangan jaringan transmisi yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura.


“Kami (Danantara) akan terlibat dan juga membangun jalur transmisi baik untuk Singapura maupun bagi negara kita sendiri. Proyek tersebut setidaknya akan bernilai mendekati 30 miliar dolar AS,” imbuhnya.

Perusahaan swasta telah lebih dahulu

Meski begitu, Pandu Sjahrir menegaskan, rincian teknis maupun skema kerja sama masih terus dibahas, mengingat sejumlah perusahaan swasta telah lebih dahulu mencapai kesepakatan dengan otoritas Singapura.

Ia menambahkan, proyek ini merupakan tindak lanjut dari komitmen pengembangan panel surya yang sebelumnya dibahas dalam forum Indonesia Sustainability Forum (ISF).

“Karena keinginannya (kerja sama RI-Singapura) itu juga bisa membawa banyak value ke Indonesia, dan kita kan juga nanti harus bikin solar panel itu. Nanti juga kita pasti produksi buat Indonesia juga. Jadi banyak nilai tambah lah,” tuturnya. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan