Kunjungi Minahasa, Kepala BNPB pastikan penanganan pascagempa berjalan optimal

Johanes Christiaan
Jumat, 3 April 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 3/3/2026 (Minahasa): Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Suharyanto, melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat (3/4/2026), guna meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter.

Kegiatan yang dipusatkan di wilayah Tondano dan sekitarnya itu merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Rangkaian kunjungan dimulai pada pukul 11.58 WITA saat Kepala BNPB bersama rombongan tiba di Masjid Agung Al-Falah Kyai Modjo, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tondano Utara, untuk melaksanakan Salat Jumat bersama masyarakat.

Usai kegiatan ibadah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Rumengkor, Kecamatan Tombulu. Sekitar pukul 13.17 WITA, rombongan tiba di Gereja Katolik Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor yang turut terdampak gempa.

Di lokasi tersebut, Suharyanto meninjau langsung kondisi bangunan gereja yang mengalami kerusakan akibat gempa. Selain itu, BNPB juga menyalurkan bantuan kepada jemaat setempat yang diterima oleh Pastor Paroki, Pr. Immanuel Oihoiwutuh.

Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam penilaian menyeluruh terhadap dampak bencana, termasuk kerusakan infrastruktur, kondisi masyarakat, serta efektivitas penanganan darurat di lapangan.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut antara lain Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB RI Mayjen TNI Budi Irawan, Kapusdatin BNPB Abdul Muhari, Danrem 131/Stg Brigjen TNI Martin Susilo M. Turnip, serta sejumlah pejabat TNI-Polri dan instansi terkait lainnya.

BNPB menegaskan bahwa kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran serta memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan Basarnas.

Selain itu, evaluasi kesiapsiagaan daerah terhadap potensi gempa susulan juga menjadi perhatian utama, guna memastikan sistem tanggap darurat dan perlindungan masyarakat dapat berjalan maksimal. (P-Deon Wonggo)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025