
Prototipe mobil balap BYD untuk ajang Formula 1. (Source: BYD)PRIORITAS, 16/3/26 (Jakarta): Produsen mobil listrik China, BYD, makin serius mematangkan persiapan untuk bergabung dalam ajang balapan Formula 1 (F1).

Media otomotif China, Carnewschina, melaporkan, BYD siap bersaing dengan tim legendaris seperti Ferrari dan McLaren. Disebutkan, raksasa kendaraan listrik dan baterai ini ingin meningkatkan kesadaran mereknya di seluruh dunia seiring dengan ekspansi penjualan globalnya.
Apabila BYD benar-benar bergabung dengan F1, mereka akan menjadi pendatang baru dalam waktu yang relatif singkat, setelah tim yang didukung oleh General Motors, yaitu Cadillac, melakukan debut pada musim balapan F1 2026 yang dimulai 8 Maret di GP Australia di Melbourne.
Diketahui, mobil F1 telah menggunakan sistem penggerak hybrid selama lebih dari satu dekade. Pada musim 2026, Formula 1 bahkan memperkenalkan perubahan besar pada aturan unit tenaga (power unit), yang secara signifikan meningkatkan peran tenaga listrik.

Dengan demikian, pada dasarnya F1 kini telah menggunakan teknologi kendaraan listrik sekitar 50 persen..
Dilansir dari Antara, diperoleh penjelasan bahwa komponen MGU-K (Motor Generator Unit – Kinetic) sekarang mampu menghasilkan hingga 350 kW tenaga ke roda belakang, hampir tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya yang hanya 120 kW.
Itu berarti, sekitar setengah dari total tenaga mobil kini berasal dari motor listrik. Motor listrik ini dipasangkan dengan mesin V6 turbocharged 1,6 liter berbasis mesin pembakaran internal.
Gunakan teknologi Yangwang
Kemungkinan BYD akan menggunakan sebagian teknologi dari merek kelas atas mereka, Yangwang, untuk program F1 tersebut. Merek Yangwang diluncurkan pada Januari 2023 dan diposisikan di atas lini produk utama serta premium milik BYD.
Dari merek tersebut, mobil paling bertenaga adalah Yangwang U9, yang menggunakan platform e⁴ milik BYD. Mobil ini memiliki empat motor listrik independen, menghasilkan sekitar 960 kW (1.287 hp), dan mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam sekitar 2,3 detik. Versi Extreme-nya bahkan disebut memiliki tenaga 3.000 horsepower.
Bakal hadirnya BYD di ajang F1, belum jelas apakah akan bergabung sebagai tim ke-12, atau membeli salah satu tim yang sudah ada. Alpine F1 Team yang dimiliki Renault disebut-sebut bisa jadi diakusisi BYD.
Bukan itu saja, BYD juga dilaporkan mengincar ajang balap lain, yaitu “FIA World Endurance Championship”.
Tapi BYD bukan satu-satunya merek Tiongkok yang ingin lebih terlibat dalam di dunia motorsport. Chery dikabarkan mempertimbangkan untuk ikut serta di balapan “24 Hours of Le Mans”, sementara produsen kendaraan listrik Nio telah menjadi peserta di Formula E selama lebih dari satu dekade. (P-*/ht)

