Serangan udara Israel menghantam sebuah pos pemeriksaan Basij di Jalan Piroozi di Teheran, Iran. Laporan menyebutkan tiga anggota Basij tewas.(qudsn)PRIORITAS, 18/3/26 (Tel Aviv): Hari ke-19 perang, militer Israel tetap memburu pasukan Garda Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan Basij yang berada di semua provinsi di Iran.
Lebih 1.400 personil keamanan Iran dilaporkan telah tewas, baik dalam pengeboman markas-markas mereka di lebih 50 lokasi di Iran maupun serangan Israel terhadap di pos-pos jalanan di Iran.
Hari Rabu 18 Maret 2026, militer Israel kembali menyerang lebih dari 10 tempat yang menjadi tempat persembunyian pasukan IRGC dan Basij di Teheran.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Rabu (18/3/26), menyatakan setelah melenyapkan komandan Basij, Gholamreza Soleimani, Israel tetap terus menyerang markas Basij di seluruh Iran.
“Sepanjang operasi ‘Raungan Singa’, IDF melakukan upaya terorganisir dan berkelanjutan untuk menyerang Garda Revolusi dan unit Basij. Ratusan markas dan pusat komando serta kendali dihancurkan di seluruh Iran”, kata IDF.
Selama beberapa minggu terakhir, militer Israel secara sistematis beroperasi menyerang pusat komando IRGC dan Basij tersebut.
Laporan sumber-sumber di Iran, mengatakan umumnya pasukan IRGC dan Basij Israel sudah meninggalkan markas resmi mereka karena takut diserang pesawat-pesawat tempur AS dan Israel.
Meski begitu, Israel dan AS yang mempunyai jaringan intelijen yang luas di Iran serta peralatan pendeteksi canggih, sehingga berhasil menemukan lokasi persembunyian baru pasukan IRGC dan Basij.
Mereka ternyata kini sering berlindung di stadion dan sekolah-sekolah, dengan harapan musuh tidak akan menyerang fasilitas-fasilitas publik seperti itu.
“Israel mengidentifikasi pergeseran pasukan mereka untuk beroperasi dari markas alternatif”, ungkap militer Israel.
Laporan terbaru menyebutkan, militer Israel justru sudah menunggu para anggota pasukan IRGC dan Basij datang memenuhi di stadion olahraga Azadi dan kemudian mengebom tempat itu hingga hancur.
“Mayat-mayat bergelimpangan. Ratusan anggota keamanan Iran tewas dalam stadion itu”, kata warga setempat yang melihat dampak serangan tersebut.
Bersembunyi di jembatan
Israel juga mengejar pasukan keamanan Iran dari markas mereka ke tempat persembunyian baru di bawah jembatan-jembatan.
Pos-pos pemeriksaan Basij di jalanan Iran setiap hari menjadi target serangan Israel.
Militer Israel menyatakan pasukan Basij Iran telah bertanggung jawab selama bertahun-tahun atas penindasan dan tindakan kekerasan terhadap warga Iran.
Para pejabat intelijen Israel telah mulai menghubungi komandan Iran secara individu dan mengancam mereka secara langsung agar berpihak pada rakyat Iran dan bukan pemerintah mereka.
Minggu lalu, Israel mulai menggunakan armada drone yang berpatroli untuk menargetkan pos pemeriksaan Basij secara individual.
Para warga Iran kaget ketika sebuah pos pemeriksaan Basij di Jalan Piroozi di Teheran, meledak hebat akibat serangan udara Israel pada hari Selasa.
Laporan menyebutkan tiga anggota Basij tewas di tempat akibat serangan Israel tersebut.
Warga setempat mengatakan sejumlah pos pemeriksaan Basij lain yang berada di beberapa tempat, langsung bubar.
Para petugas Basij di pos-pos itu melarikan diri mencari tempat persembunyian setelah mengetahui adanya serangan mematikan itu.
10.000 bom
Israel telah menjatuhkan 10.000 bom ke ribuan target, termasuk lebih dari 2.200 lokasi yang terkait dengan IRGC, Basij, dan pasukan keamanan internal, menurut daftar target terperinci dan laporan kerusakan pertempuran seperti dirilis The Wall Street Journal.
Target-target yang dihancurkan militer Israel itu mengganggu kendali rezim Iran. Itu juga menunjukkan kepada warga Iran, para penegak hukum Iran kini rentan diburu dan dibunuh.
The Wall Street Journal melaporkan salah satu serangan Israel paling mematikan ketika menghantam Stadion Azadi di Teheran, menewaskan ratusan anggota Basij dan IRGC.
“Agen Mossad juga menghubungi para komandan secara langsung, memperingatkan mereka untuk berpihak kepada rakyat atau mengalami nasib yang sama seperti Khamenei,” kata laporan itu.
Media The Independent Persia melaporkan, militer Israel mengatakan angkatan udaranya telah menargetkan beberapa situs militer Iran di Teheran dalam serangkaian serangan terbaru.
“Target tersebut termasuk markas besar unit represif IRGC, pusat pemeliharaan dan dukungan untuk pasukan represif, dan markas besar pasukan rudal balistik Iran”, kata militer Israel.
Militer Israel juga mengatakan telah menargetkan beberapa sistem pertahanan udara Iran.
Rangkaian serangan Isrel tersebut untuk memperluas superioritas udara angkatan udara di atas langit Iran.(P-Jeffry W)