Ngabuburit pengawasan Bawaslu Manado: Lawan hoaks dan cegah polarisasi

Johanes Christiaan
Jumat, 13 Maret 2026
DAERAH Politik 0 261
2 menit membaca

PRIORITAS, 13/3/2026 (Manado): Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Manado menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan bertema Pencegahan Polarisasi dan Lawan Disinformasi (Hoaks) sebagai upaya memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga demokrasi yang sehat, damai, dan berintegritas.

Kegiatan yang digelar di Manado, Kamis (12/3/2026), dibuka oleh Ketua Bawaslu Manado Brilliant Maengko dan dihadiri pimpinan Bawaslu Kota Manado Abdul Gafur Subaer dan Heard Runtuwene, Kepala Sekretariat Muhdi Pasma, serta jajaran pengawas pemilu.

Kegiatan tersebut juga melibatkan organisasi kepemudaan Islam seperti GP Ansor, IPNU, dan IPPNU Kota Manado dan Sulawesi Utara yang berpartisipasi dalam diskusi mengenai pentingnya menjaga ruang demokrasi dari pengaruh disinformasi dan polarisasi.

Dalam sambutannya, Brilliant Maengko menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar diskusi, tetapi juga bagian dari refleksi kebersamaan di bulan Ramadan. “Kegiatan ini bukan sekadar diskusi biasa. Ini juga bagian dari ibadah dalam Ngabuburit Pengawasan bersama Bawaslu Kota Manado. Kita ingin mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga demokrasi yang sehat dan damai, serta melawan hoaks sejak dini,” ujarnya.

Ia menilai tantangan demokrasi saat ini tidak hanya berada pada proses pemilu, tetapi juga pada maraknya penyebaran informasi tidak benar di ruang digital yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Ketua GP Ansor Manado, Asry, mengajak para pemuda untuk aktif menangkal penyebaran hoaks di ruang digital. “Sebagai pemuda, marilah kita bersama-sama menangkal dan menetralisir hoaks. Kami juga mendorong Bawaslu Manado memperkuat literasi digital bagi generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Ketua IPNU Sulawesi Utara Kevin menekankan pentingnya deteksi dini terhadap hoaks, khususnya di kalangan pelajar. Senada dengan itu, Ketua IPPNU Sulawesi Utara Sekar menyebut polarisasi berpotensi memecah belah masyarakat jika tidak diantisipasi sejak awal.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Manado berharap lahir komitmen bersama antara penyelenggara pemilu dan masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat literasi informasi, serta menciptakan ruang demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab. (P-Deon Wonggo)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025