Jet tempur Israel menghancurkan sebuah gedung di Teheran yang di dalamnya diduga kuat terdapat pejabat Iran, Ali Larijani sedang rapat.(x.hunter)PRIORITAS, 17/3/26 (Teheran): Israel mengeklaim telah menewaskan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani (81 tahun) dan komandan militer Basij, Gholamreza Soleimani (63 tahun), dalam serangan pengeboman di Teheran, Senin malam waktu Iran.
Berbagai laporan yang diperoleh Beritaprioritas.com hari Selasa (17/3/26), menyebutkan gedung tempat pertemuan petinggi Iran Ali Larijani, hancur total dan nyaris rata tanah setelah terkena bom dari pesawat jet tempur Israel.
“Pasukan Israel menewaskan pejabat senior Iran Ali Larijani dan komandan IRGC-Basij Gholamreza Soleimani dalam serangan udara semalam di wilayah Iran”, kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz , pada hari Selasa.
Media Iran International melaporkan, Teheran belum mengkonfirmasi kematian tersebut. Namun Menteri Pertahanan Israel memastikan Larijani telah tewas dalam serangan tersebut.
Militer Israel juga mengkonfirmasi telah menewaskan kepala pasukan paramiliter Basij, Soleimani, bersama dengan pejabat senior lainnya.
Menhan Israel, Katz menggunakan bahasa yang lugas dalam komentar yang dirilis kantornya.
“Larijani dan komandan Basij dieliminasi dalam semalam dan bergabung dengan kepala program pemusnahan, Khamenei, dan semua anggota poros kejahatan yang telah dieliminasi, di kedalaman neraka,” kata Katz.
Tewas di kamp
Militer Israel mengatakan Soleimani tewas di sebuah kamp tenda yang baru-baru ini didirikan Basij, setelah serangan Israel sebelumnya merusak beberapa markas organisasi paramiliter tersebut.
Menurut pihak militer, serangan itu juga menewaskan wakil komandan Basij dan beberapa pejabat senior lainnya.
Basij, yang beroperasi di bawah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), telah lama dikaitkan dengan penindasan brutal terhadap para pengunjukrasa di Iran.
Pembunuhan terhadap petinggi Iran dan militer Basij tersebut, menandai salah satu serangan pemenggalan kepala paling signifikan terhadap struktur kepemimpinan Iran sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran saat ini.
Ali Ardashir Larijani, lahir pada 3 Juni 1945 di Najaf, Irak. Ia menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di Republik Islam Iran selama empat dekade.
Ia berasal dari keluarga ulama yang awalnya berasal dari provinsi Mazandaran di Iran utara.
Ayahnya, Hashem Larijani, adalah seorang ulama, dan beberapa saudara laki-lakinya juga memegang jabatan senior di pemerintahan Iran.
Karier politiknya dimulai pada tahun-tahun awal setelah Revolusi Islam 1979, ketika ia bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam dan kemudian menduduki jabatan-jabatan di pemerintahan Iran.
Larijani menjabat sebagai wakil menteri tenaga kerja dan kemudian sebagai wakil menteri teknologi informasi dan komunikasi sebelum diangkat pada tahun 1994 sebagai kepala organisasi penyiaran negara, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).
Ia memimpin jaringan media pemerintah selama satu dekade, sebuah peran yang memberinya posisi dalam membentuk propaganda pemerintah selama periode politik yang bergejolak.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dilaporkan tewas terkena serangan Israel saat rapat di Teheran, Iran.(iran int’l)
Dalang pembantai warga
Pada tahun 2005, ia diangkat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, yang menempatkannya di pusat kebijakan keamanan dan negosiasi nuklir Iran.
Dalam peran tersebut, ia menjabat sebagai kepala negosiator nuklir Iran dalam pembicaraan dengan negara-negara Eropa.
Larijani kemudian terjun ke dunia politik parlementer dan menjadi ketua parlemen Iran pada tahun 2008, posisi yang dipegangnya hingga tahun 2020.
Pada Agustus 2025, ia kembali ke pusat kebijakan keamanan nasional ketika diangkat kembali sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada serangan AS-Israel akhir Feberuari 2026 lalu, beberapa analis menggambarkan Larijani bertindak sebagai pemimpin Iran di masa perang.
Ia mengandalkan hubungan lama dengan lembaga keamanan dan jaringan ulama Iran.
Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Larijani pada Januari 2026 atas perannya dalam penindasan kekerasan terhadap protes di Iran.
Warga Iran di media sosial menuduhnya sebagai dalang di balik pembantaian sekitar 36.500 demonstran, selama 8-9 Januari 2026 lalu.

Komandan Basij Iran, Gholamreza Soleimani, yang ikut memerintahkan pembantai puluhan ribu demonstran, dilaporkan tewas dalam serangan Israel.(iran int’l)
Komandan keji
Komandan Basij Iran, Gholamreza Soleimani, lahir pada tahun 1963 di Farsan, provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, Iran, membangun kariernya di dalam Korps Garda Revolusi Islam dan milisi Basij.
Meskipun memiliki nama belakang yang sama, ia tidak memiliki hubungan keluarga dengan Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds Garda Revolusi yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak pada Januari 2020.
Soleimani bergabung dengan Basij sebagai sukarelawan selama Perang Iran-Irak pada tahun 1980-an dan kemudian menjadi anggota Garda Revolusi.
Ia terus menapaki karier dan akhirnya menjadi komandan Organisasi Basij pada tahun 2019.
Ia dikenal sebagai komandan yang tidak segan-segan bertindak keji terhadap warga yang ditangkap karena memprotes rezim Iran.
Basij, sebuah jaringan paramiliter dengan cabang-cabang di seluruh Iran, beroperasi di bawah wewenang Garda Revolusi dan telah memainkan peran kunci dalam menegakkan kebijakan ideologis dan memobilisasi pendukung Republik Islam.
Pasukan tersebut juga secara luas dituduh kelompok hak asasi manusia, telah melakukan penindakan brutal terhadap demonstrasi.
Soleimani dikenai sanksi Uni Eropa pada tahun 2021 atas perannya dalam penindasan terhadap protes-protes tersebut.
Departemen Keuangan Amerika Serikat juga kemudian memasukkannya ke dalam daftar Warga Negara yang Ditunjuk Secara Khusus (Specially Designated Nationals/SDN) pada tahun yang sama.
Sanksi tambahan dijatuhkan Inggris dan Kanada sehubungan dengan pelanggaran hak asasi manusia. (P-Jeffry W)