81 Tahun menunggu, DPRD sebut listrik Pulau Dudepo jadi awal lompatan ekonomi warga

Sem Muhaling
Jumat, 7 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 7/8/26 (Gorontalo Utara): Kehadiran listrik di Pulau Dudepo, Kecamatan Anggrek, mendapat apresiasi dari DPRD Gorontalo Utara. Anggota Komisi II DPRD Gorontalo Utara, Lukum Diko, menyebut penyalaan listrik itu sebagai momentum bersejarah yang akhirnya mengakhiri penantian masyarakat selama puluhan tahun.

Lukum mengatakan masyarakat Dudepo kini bersiap menikmati penerangan yang selama ini hanya menjadi harapan. Menurutnya, penyalaan jaringan listrik menjelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI menjadi hadiah istimewa bagi warga pulau tersebut.

“Alhamdulillah masyarakat di Pulau Dudepo segera menikmati penerangan listrik.  Ini menjadi anugerah yang patut disyukuri,” katanya.

Pulau Dudepo merupakan satu dari dua pulau berpenghuni di Kabupaten Gorontalo Utara. Sebelumnya, hanya Pulau Ponelo yang telah menikmati layanan listrik.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan tersebut, Lukum mengaku ikut merasakan kebahagiaan masyarakat. Menurutnya, listrik akan membawa perubahan besar bagi kehidupan warga, terutama di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Selama ini masyarakat mengandalkan lampu tenaga surya dan genset. Kini, seluruh rumah, sekolah, puskesmas, kantor desa, kantor BPD, hingga masjid akan memperoleh pasokan listrik. Bahkan pemasangan meteran secara gratis kepada warga penerima manfaat.

Lukum juga menghadiri penyalaan perdana jaringan listrik melalui Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah (SKLTM) 20 kilovolt di Pulau Dudepo. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, dan PT PLN yang berhasil menghadirkan listrik hingga wilayah kepulauan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pemerataan pembangunan tidak hanya menyentuh wilayah daratan, tetapi juga pulau-pulau terluar.

Kepala Desa Dudepo, Rustam Biiya, mengatakan masyarakat telah lama menantikan listrik. Ia meyakini, kehadiran energi listrik akan mempercepat aktivitas ekonomi, meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta mendukung berbagai kegiatan masyarakat.


Bukan akhir perjuangan

Melansir Antara News, penyalaan listrik di Dudepo sebenarnya merupakan kelanjutan dari perjuangan panjang. Pada awal Agustus, jaringan listrik resmi beroperasi setelah pembangunan kabel bawah laut dan infrastruktur kelistrikan rampung. Saat itu, pemerintah menyebut investasi hampir Rp100 miliar tersebut sebagai wujud pemerataan pelayanan negara meski hanya melayani sekitar 400 jiwa.

Kini, setelah listrik berhasil hadir, perhatian pemerintah dan DPRD akan bergeser pada upaya memaksimalkan manfaatnya. Ketersediaan energi perlu diikuti dengan pengembangan usaha perikanan, penyimpanan hasil tangkapan, UMKM, pendidikan berbasis teknologi, hingga layanan kesehatan agar cahaya yang menyala di Dudepo benar-benar menghadirkan kesejahteraan, bukan sekadar penerangan. (P-sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan