‘Warning’ !!! Israel buru siapa pun suksesor Ayatollah Ali Khamenei

Jeffrey Rawis
Minggu, 8 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 8/3/26 (Jakarta): Tentara Pertahanan Israel atau Israel Defense Force (IDF) mengeluarkan pernyataan yang sangat provokatif terkait situasi politik di Iran. Melalui pengumuman resmi, Israel menegaskan, mereka tidak akan berhenti memburu siapa pun yang ditunjuk untuk menggantikan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei setelah tewas akibat serangan udara AS-Israel.

Malahan, tidak hanya mengincar sang calon pemimpin baru, militer Israel juga memperluas ancamannya kepada badan hukum yang bertanggung jawab dalam proses pemilihannya.

Sebagaimana alam unggahan resmi di platform X yang ditulis menggunakan bahasa Persia, IDF secara spesifik memperingatkan para anggota Majelis Ahli (Assembly of Experts) di Iran agar tidak melanjutkan proses penunjukan suksesor tersebut

“Setelah melumpuhkan tirani Khamenei, rezim teroris Iran kini sedang mencoba untuk membangun kembali dirinya dan memilih pemimpin baru,” begitu bunyi pernyataan resmi IDF tersebut yang dikutip Times of Israel, Minggu (8/3/26), dilansir Beritasatu.com.

Meruntuhkan moral

Dilaporkan, pesan ini ditujukan langsung untuk meruntuhkan moral struktur kepemimpinan di Teheran yang saat ini sedang dalam kondisi terguncang akibat serangan bertubi-tubi AS-Israel.

Disebutkan, Israel menyoroti rencana pertemuan Majelis Ahli Iran yang kabarnya akan segera diselenggarakan di kota suci Qom. Majelis ini merupakan lembaga ulama yang memiliki wewenang konstitusional untuk memilih, mengawasi, dan jika perlu, memberhentikan Pemimpin Tertinggi Iran. Pertemuan ini disebut-sebut sebagai salah satu momen paling krusial bagi masa depan pemerintahan Iran yang tengah goyah.

Selanjutnya, dalam peringatan tersebut, militer Israel menegaskan, jangkauan operasi mereka sangat luas. Mereka menyatakan, “tangan negara Israel” akan terus mengejar setiap sosok yang mencoba naik takhta menggantikan Khamenei. Hal ini mengindikasikan, Israel siap melakukan operasi intelijen atau militer untuk mencegah stabilisasi kepemimpinan di negara itu.

Upaya intimidasi

Ancaman ini juga menyasar para individu yang terlibat dalam proses seleksi. IDF memperingatkan, mereka tidak akan ragu untuk menjadikan siapa pun yang hadir dalam pertemuan di Qom tersebut sebagai target operasi. Peringatan ini dianggap sebagai upaya untuk mengintimidasi para tokoh penting Iran agar tidak terlibat dalam transisi kekuasaan tersebut.

Situasi ini menciptakan atmosfer yang sangat mencekam di wilayah tersebut. Majelis Ahli Iran sendiri dikabarkan sudah tidak berkumpul secara resmi selama puluhan tahun untuk urusan sepenting ini. Momentum berkumpulnya mereka di Qom kini berada di bawah bayang-bayang ancaman serangan langsung dari pihak luar, khususnya Israel.

Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. (P-*r/Bst/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025