Panglima Besar Waraney Toar Lumimuut, Audy Malonda. (Istimewa)PRIORITAS, 5/3/2026 (Manado): Organisasi adat Waraney Toar Lumimuut menyatakan penolakan tegas terhadap kehadiran organisasi masyarakat GRIB Jaya di tanah Minahasa, Sulawesi Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan Panglima Besar Waraney Tanah Toar Lumimuut, Audy Malonda, saat memimpin aksi damai yang digelar di Taman Kesatuan Bangsa, Manado, Kamis (5/3/2026).
Dalam orasinya di hadapan para anggota Waraney yang hadir, Audy secara terbuka menyatakan penolakan terhadap organisasi yang dipimpin Hercules Rosario Marshal tersebut.
Ia bahkan menanyakan langsung kepada para anggota Waraney mengenai kesiapan mereka jika organisasi tersebut masuk ke wilayah Sulawesi Utara. “Para Waraney, siap menghalau ketika ada ormas GRIB masuk di Sulut?” tanya Audy di hadapan massa aksi.
Pertanyaan tersebut langsung dijawab serentak oleh para anggota Waraney dengan teriakan “Siap”.
Audy menegaskan bahwa sebagai pimpinan organisasi adat, dirinya menolak kehadiran GRIB Jaya di wilayah yang dikenal sebagai tanah Toar Lumimuut.
“Saya sebagai pimpinan ormas adat Waraney menolak organisasi GRIB masuk di tanah Toar Lumimuut. Track record mereka di berbagai daerah tidak baik dan ditolak di banyak tempat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sikap penolakan tersebut merupakan kesepakatan bersama seluruh pasukan adat Waraney.
“Kita sepakat sebagai pasukan adat menolak organisasi GRIB masuk di tanah Toar Lumimuut. Itu sudah menjadi harga mati,” tegasnya.
Aksi damai tersebut berlangsung di pusat Kota Manado dengan pengawalan aparat keamanan dan menjadi bentuk penyampaian aspirasi Waraney terkait dinamika organisasi kemasyarakatan di wilayah Sulawesi Utara. (P-Deon Y. Wonggo)