Pertama sejak perang dunia II kapal selam AS tenggelamkan fregat andalan Iran yang bersembunyi

Jeffry Wuisan
Rabu, 4 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 3/3/26 (Washington): Pertama kali sejak perang dunia II, sebuah kapal selam Amerika Serikat (AS), berhasil menenggelamkan kapal perang fregat Iran, yang sengaja bersembunyi di dekat perairan Sri Lanka.
Menurut informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Rabu (4/3/26) dari Departemen Perang (pertahanan) Amerika Serikat, Pentagon, kapal fregat milik Angkatan Laut Republik Islam Iran yang ditenggelamkan bernama IRIS Dena dengan nomor lambung 75.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam konferensi pers hari Rabu, mengatakan ini merupakan penenggelaman kapal musuh pertama menggunakan torpedo sejak Perang Dunia II.
“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo,” kata Hegseth.
Kapal ini termasuk menjadi andalan Iran yang mampu membawa rudal permukaan-ke-udara, rudal anti-kapal, dan torpedo, serta dipersenjatai dengan meriam berat.
“Kematian yang tenang. Seperti dalam perang itu, kita berjuang untuk menang,” ujar Hagseth
Sumber pejabat angkatan laut dan kementerian pertahanan Sri Lanka mengungkapkan, kapal itu diawaki hampir 180 orang.
Kapal fregat itu telah mengirimkan panggilan darurat saat fajar. Setelah tenggelam terkena torpedo, 101 orang awak hilang, satu tewas, dan 78 lainnya luka-luka.

 

Sudah 17 kapal ditenggelamkan
Militer AS mengatakan mereka bertujuan menenggelamkan seluruh angkatan laut Iran.
Hingga hari keempat perang, AS telah menghancurkan 17 kapal Iran baik yang berada di perairan sekitar Selat Hormuz, Bandar Abbas Iran, maupun yang coba berkeliaran di laut wilayah lain.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF), seperti dirilis media Times of Israel, mengatakan militer Amerika Serikat telah mengambil tanggung jawab penuh atas penargetan aktivitas seluruh maritim Iran.
Kapal perang Iran IRIS Dena yang baru ditenggelamkan adalah dari kelas Moudge (atau Mowj). Yang memiliki
panjang 95 meter dan lebar 11.1 meter serta berat sekitar 1.500 ton.
IRIS Dena adalah fregat buatan Iran dan diklaim sebagai destroyer, tapi secara klasifikasi internasional lebih cocok sebagai frigate.
Kapal ini memiliki helipad untuk helikopter (seperti Bell 212/214) dan dilengkapi senjata seperti rudal anti-kapal Qader, meriam 76 mm Fajr-27, serta sistem pertahanan udara.
Kapal ini ditemukan kapal selam AS di laut sekitar 40 kilometer (25 mil) selatan Sri Lanka.
Kapal perang Iran itu diduga sengaja bersembunyi, karena armada AS terutama Kapal Induk USS Abraham Lincoln dengan sejumlah destroyer dan frigate, mengawasi sepenuhnya Laut Arab, yang berhadapan dengan perairan Sri Lanka.

100 awak hilang
Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, mengkonfirmasi negaranya telah menyelamatkan 32 pelaut terluka parah dari kapal IRIS Dena, yang tenggelam tepat di luar perairan teritorial negara kepulauan tersebut.
Herath mengatakan dua kapal angkatan laut Sri Lanka dan sebuah pesawat dikerahkan untuk operasi penyelamatan, tetapi tidak menyebutkan apa penyebab tenggelamnya kapal perang Iran tersebut.
Kementerian pertahanan Sri Lanka mengatakan pihaknya sedang mencari lebih dari 100 anggota kru lainnya dari kapal IRIS Dena.
Pejabat lain mengaku kecil kemungkinan awak kapal perang Iran yang tenggelam itu bisa selamat
“Kami terus melakukan pencarian, tetapi kami belum tahu apa yang terjadi pada awak kapal lainnya,” kata seorang pejabat Sri Lanka.
Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, mengatakan operasi mereka sesuai dengan kewajiban maritim Sri Lanka.
Sebanyak 32 awak kapal perang Iran yang ditemukan, sudah dikirim ke rumah sakit utama di Galle, 115 kilometer (70 mil) selatan ibu kota Kolombo.
“Kami menanggapi panggilan darurat tersebut sesuai dengan kewajiban internasional kami, karena ini berada dalam area pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia,” kata Sampath kepada AFP.
Seorang anggota parlemen oposisi sempat bertanya di parlemen apakah kapal perang Iran tersebut telah dibom dalam operasi AS-Israel, tetapi tidak ada tanggapan langsung dari pemerintah Sri Lanka.
Baik angkatan laut maupun angkatan udara Sri Lanka mengatakan tidak akan merilis rekaman penyelamatan tersebut karena melibatkan militer negara lain.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025