Suasana Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, menjadi salah satu pintu keberangkatan jamaah umrah Indonesia ke Tanah Suci di tengah eskalasi konflik Iran-Amerika Serikat (AS) yang memicu pembatalan sejumlah penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi. (Coutesy: NurPhoto/Getty Images)PRIROITAS, 3/3/26 (Jakarta): Konflik bersenjata Iran melawan Amerika Serikat dan Israel mulai mengirimkan gelombang kejut ke sektor umrah dan haji Indonesia.
Lembaga think tank independen Prasasti Center for Policy Studies mengingatkan potensi efek rambatan ke perekonomian domestik apabila ketidakpastian global ini berlarut-larut.
Prasasti Center mencermati keterkaitan luas antara aktivitas ibadah ke Tanah Suci dan denyut ekonomi dalam negeri. Sektor perjalanan, perhotelan, dan industri pendukung lainnya paling rentan terdampak jika mobilitas internasional ikut terganggu.
“Apabila terjadi pembatasan atau penurunan aktivitas dalam periode yang berkepanjangan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor perjalanan, tetapi juga dapat menimbulkan efek rambatan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik,” ujar Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, di Jakarta, Senin (2/3/26).
Sinyal awal sudah terlihat. Sejumlah penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi terpaksa dibatalkan menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.