
Courtesy: Reuters
PRIORITAS, 1/3/26 (Jakarta): Pertamina (Persero), melalui anak perusahaannya yaitu PT Pertamina Patra Niaga (PPN), akan mempersiapkan dua kilang baru yaitu Kilang Dumai dan Kilang Balongan untuk memacu produksi Pertamina Sustainable Aviation Fuel (Pertamina SAF).
Sebelumnya, Kilang Cilacap milik Pertamina sukses memproduksi bioavtur yaitu Pertamina SAF. Penerbangan komersial perdana Pelita Air dengan rute Jakarta-Bali pada Rabu 20 Agustus 2025 menandai keberhasilan itu.
Pertamina termotivasi untuk menduplikasi pencapaian itu dengan menambah kilang yang legal dan kapabel. Dari beberapa kilang yang dimiliki Pertamina, Kilang Dumai dan Kilang Balongan terpilih untuk ekspansi berikutnya.
Corporate Secretary PPN Robert M.V. Dumatubun menjelaskan, “Dengan penambahan kilang yang mampu memproduksi bioavtur Pertamina SAF, tentu akan semakin meningkatkan optimisme kita dalam memastikan peta jalan penggunaan SAF di Indonesia,” seperti dilansir oleh beritaprioritas.com dari pertamina.com hari ini, Minggu (1/2/26).
Tidak main-main, Pertamina membidik bukan hanya sukses di pasar nasional melainkan juga internasional. Kilang Dumai dan Kilang Balongan resmi tersertifikasi oleh International Sustainability dan Carbon Certification (ISCC) dari Uni Eropa dan Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA).
ISCC dan CORSIA bersifat mandatori untuk memasuki pasar SAF dunia. Tanpa itu, konsumen global tidak akan mengakui bioavtur produksi pertamina sebagai SAF. Dengan memiliki keduanya, Kilang Dumai dan Kilang Balongan sah sebagai processing refinery SAF bertaraf internasional.
“Dengan raihan ini, saat ini seluruh rantai pasok Pertamina SAF di PPN sudah mendapatkan sertifikasi internasional keberlanjutan ISCC mulai dari kilang yaitu Kilang Dumai, Kilang Cilacap, dan Kilang Balongan sebagai Processing Plant dan Aviasi sebagai trader dan distributor SAF,” tambah Robert.
Pengembangan ini adalah wujud komitmen Pertamina mendukung target Net Zero Emission 2060. (P-Chris R)