Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited di London, Inggris, Senin (23/02/2026). (BPMI Setpres)Era Baru Semikonduktor Indonesia, Prabowo Kawal Kerja Sama Strategis di London
PRIORITAS, 24/2/2026 (London): Langkah besar menuju penguatan ekosistem teknologi nasional kembali ditegaskan di panggung global. Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara BPI Danantara dan Arm Limited di London, Senin (23/2/2026). Kehadiran Kepala Negara dalam menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian tersebut, menegaskan prioritas pemerintah dalam mempercepat lompatan teknologi nasional, khususnya di sektor strategis semikonduktor.
Momentum ini menandai keseriusan Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan pemain kunci industri semikonduktor dunia, sekaligus membuka peluang percepatan transformasi digital dan pengembangan kapasitas teknologi nasional di era persaingan global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Arm Limited merupakan pemain dominan industri chip dunia, menguasai sekitar 96% teknologi chip untuk sektor otomotif serta hampir 94% desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan.
Dikutip dari laman Sekretariat Negara RI, Selasa (24/2/2026) menyebut, kemitraan ini dinilai menjadi langkah hulu yang sangat menentukan dalam membangun fondasi industri semikonduktor Indonesia.
“Kerja sama ini memungkinkan Indonesia melatih 15 ribu engineer dalam ekosistem Arm untuk menguasai chip design. Programnya juga disiapkan agar berlanjut ke generasi chip berikutnya sehingga Indonesia benar-benar memiliki kemampuan desain semikonduktor,” ujar Airlangga.
Ia menegaskan bahwa langkah strategis ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional secara mandiri, sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam ketahanan pangan, energi, dan transformasi digital. “Ini leapfrog bagi ekosistem digital Indonesia,” tambahnya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menuturkan bahwa kerja sama ini mencakup pelatihan intensif melalui pengiriman tenaga ahli Indonesia ke luar negeri maupun menghadirkan instruktur Arm ke tanah air.
“Enam industri akan dipilih untuk tahap awal pengembangan chip. Sekitar 15 ribu engineer kita akan dilatih, baik dikirim ke luar negeri maupun melalui modul pelatihan Arm yang dibawa langsung ke Indonesia,” ungkap Rosan.
Airlangga menambahkan bahwa enam fokus desain chip nasional tersebut akan diarahkan pada pengembangan intellectual property di bidang strategis seperti otomotif, internet of things, pusat data, peralatan rumah tangga, serta teknologi masa depan seperti autonomous vehicle dan quantum computing. “IP ini akan dipegang oleh Indonesia,” tegasnya.
Kemitraan Danantara–Arm Limited menandai fase baru transformasi Indonesia dari negara konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tinggi dalam rantai pasok global. Pemerintah menilai teknologi sebagai “turbocharger” untuk membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045, menggabungkan kekuatan sumber daya manusia dengan kebutuhan produktivitas tinggi di era ekonomi digital. (P-*/bwl)