Jadi anggota Board of Peace tanpa bayar, Indonesia harus kirim pasukan ke Gaza

Jeffry Wuisan
Minggu, 22 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 22/2/26 (Washington): Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menegaskan Indonesia sah menjadi anggota tetap Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden AS, Donald Trump, tanpa harus menyetor kontribusi sebesar 1 miliar Dolar AS. Namun Indonesia harus mengirim pasukan perdamaian ke Jalur Gaza.

Penegasan ini disampaikan Menlu Sugiono untuk meluruskan anggapan yang menilai status keanggotaan Indonesia di BoP bergantung pada setoran dana.

Sugiono menjelaskan, angka 1 miliar Dolar AS yang sempat mencuat, bukanlah iuran wajib maupun syarat formal untuk menjadi anggota tetap di BoP.

“Dari awal saya sampaikan, itu bukan iuran keanggotaan dan bukan syarat keanggotaan. Kita sudah anggota, tidak perlu bayar pun tidak apa-apa,” jelas Sugiono, saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Jumat, 20 Februari 2026 waktu setempat.

Menurut dia, pembahasan mengenai kontribusi 1 miliar Dolar AS merujuk pada skema partisipasi,  apabila suatu negara ingin mengambil peran atau posisi tertentu dalam struktur forum.

Namun skema tersebut berbeda dengan status keanggotaan yang saat ini dimiliki Indonesia.

Dalam mekanisme kontribusi BoP, partisipasi tidak hanya berbentuk dana, seperti dirilis Viva news.

Negara anggota dapat berkontribusi melalui berbagai skema, termasuk pengiriman pasukan penjaga perdamaian.

Ada juga  kontribusi individu yang disalurkan melalui rekening khusus, termasuk yang dikelola World Bank.

Indonesia sendiri memilih jalur kontribusi non-tunai dengan menyiapkan sekitar 8.000 personel pasukan penjaga perdamaian sebagai dukungan konkret terhadap misi yang disepakati dalam forum tersebut.

“Ada yang kontribusi uang, ada yang pasukan, ada yang perorangan kirim ke rekening yang di World Bank,” jelas Sugiono.

Dengan skema ini, pemerintah menegaskan komitmen Indonesia terhadap upaya perdamaian global tanpa membebani anggaran negara melalui kewajiban setoran dana besar sebagai prasyarat keanggotaan.

Ia juga menepis klaim adanya komitmen pendanaan Indonesia hingga 5–7 miliar dolar AS.

Ia mengatakan, angka tersebut merupakan pledges atau komitmen dari sejumlah negara lain dan berada di luar mekanisme iuran keanggotaan Board of Peace.(*-r/P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025