Raja Charles III (kanan) berbincang dengan adiknya, Andrew (kiri), dalam suatu acara sebelum kasus Andrew dengan Epstein terungkap.(@pagesix)PRIORITAS, 19/2/26 (London): Raja Inggris, Charles III, menegaskan ia mendukung proses hukum terhadap adiknya, Andrew Mountbatten-Windsor, yang ditangkap Kepolisian Thames Valley, terkait dugaan pembocoran rahasia negara kepada Jeffrey Epstein, tersangka kasus pidana seksual.
“Izinkan saya menyatakan dengan jelas: hukum harus ditegakkan”, tegas Raja Charles dalam surat kerajaan yang diterbitkan setelah penangkapan mantan pengeran Duke of York, Andrew, seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Kamis (19/2/2026).
Menurut Raja Charles, ia sendiri telah mengetahui dengan keprihatinan yang mendalam berita tentang Andrew Mountbatten-Windsor dan kecurigaan atas pelanggarannya dalam jabatan publik.
Ia menilai penangkapan terhadap adiknya itu, adalah bagian dari proses lengkap, adil, dan semestinya yang dilakukan pihak berwenang, untuk menyelidiki masalah ini dengan cara tepat dan sesuai aturan.
“Dalam hal ini, seperti yang telah saya katakan sebelumnya, mereka mendapatkan dukungan dan kerja sama penuh dan sepenuh hati dari kami”, jelas Raja Inggris tersebut.
Raja Charles juga mengakui tidak pantas bagi dirinya untuk berkomentar lebih lanjut mengenai masalah ini, karena proses hukumnya masih berlangsung.
Ia menyatakan pihak keluarga Kerajaan Inggris akan terus menjalankan tugas dan pelayanan terhadap warga, seperti dirilis kantor berita Inggris, BBC.
Semua gelar dicopot
Raja Charles adalah anak tertua dari pasangan Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip. Ia memiliki tiga adik, masing-masing Putri Anne, Andrew dan Pangeran Edward yang dikenal sebagai Adipati Edinburgh.
Adiknya, Andrew yang tersangkut kasus Epstein, sebenarnya memiliki gelar kerajaan Inggris, Duke of York, namun Raja Charles III pada 30 Oktober 2025 lalu telah mencabut semua gelar yang tersisa miliknya.
Raja bahkan mengusirnya dari kediaman kerajaan, setelah berminggu-minggu mendapat tekanan publik Inggris untuk bertindak terkait hubungannya dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Media The Guardian, menyebut Andrew saat ini pada dasarnya bukan lagi anggota keluarga kerajaan Inggris.
Ia telah menjadi rakyat biasa setelah haknya sebagai pangeran dan gelar kebangsawanannya dicabut Raja Charles karena hubungannya dengan Epstein.
Namun demikian, Andrew tetap berada dalam garis keturunan untuk bisa menjadi Raja Inggris.
Ia berada di urutan kedelapan dalam garis suksesi takhta, setelah secara bertahap turun peringkat setelah lahir sebagai urutan kedua.
Bisa dibebaskan
Seorang komentator kepolisian Inggris, Danny Shaw, mengatakan di BBC Radio 5 Live, waktu terlama yang dapat ditahan bagi mantan pangeran itu adalah 96 jam, setelah itu ia bisa dibebaskan namun tetap dalam pengawasan.
Meski begitu masa penahanan bisa diperpanjang petugas polisi senior dan Pengadilan Magistrat.
Dalam kebanyakan kasus, tersangka ditahan selama 12 atau 24 jam dan kemudian didakwa atau dibebaskan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut, kata Shaw.
Andrew akan ditempatkan di sel ruang tahanan yang hanya memiliki tempat tidur dan toilet. Dia akan menunggu hingga wawancara polisi dengannya selesai. “Tidak akan ada perlakuan khusus untuknya”, kata Shaw.
Perdana menteri Inggris, Keir Starmer, ketika ditanya tentang kasus Andrew Mountbatten-Windsor, mengatakan tidak ada seorang pun yang kebal hukum.
Starmer mengemukakan, siapa pun yang memiliki informasi terkait kasus tersebut harus memberikan kesaksian.
“Jadi, entah itu Andrew atau siapa pun, siapa pun yang memiliki informasi relevan harus melapor ke badan yang berwenang, dalam kasus khusus ini kita berbicara tentang Epstein, tetapi ada banyak kasus lain”, katanya.
Tak ada kebal hukum
Keluarga Virginia Giuffre menyatakan penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor menunjukkan tidak ada seorang pun yang kebal hukum.
“Atas nama saudara perempuan kami, kami menyampaikan rasa terima kasih kami kepada Kepolisian Thames Valley Inggris atas penyelidikan dan penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor”, kata pihak keluarga.
Giuffre adalah salah satu korban pelcehan seksual paling terkenal dari Jeffrey Epstein. Ia menuduh Epstein telah memperdagangkannya secara seksual kepada Pangeran Andrew.
Virginia Giuffre ditemukan meninggal di rumahnya pada April 2025 dalam usia 41 tahun.(P-Jeffry W)