Kolosal, 1.000 pelajar ikut pentas Mahzani massal di Kota Tomohon

Johanes Christiaan
Selasa, 10 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 10/3/2026 (Tomohon): Gelombang semangat pelestarian budaya kembali menggema di Tomohon. Sebanyak 1.000 pelajar dijadwalkan ambil bagian dalam pentas Mahzani massal yang akan digelar pada Rabu (11/3/2026), sebuah pergelaran budaya besar yang bertujuan menghidupkan kembali kekayaan sastra daerah yang berasal dari wilayah Woloan.

Kegiatan ini menjadi upaya kolektif untuk memperkenalkan kembali tradisi lisan Mahzani kepada generasi muda sekaligus menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. Melalui keterlibatan ratusan pelajar, pentas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga momentum pendidikan budaya yang menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah.

Kegiatan budaya tersebut melibatkan pelajar dari berbagai sekolah di Tomohon dan dilaksanakan melalui kolaborasi bersama seniman serta pecinta budaya setempat.

Program Mahzani 1.000 Pelajar merupakan gagasan Armando Loho yang sekaligus menjadi inisiator kegiatan. Ia mengusulkan program ini kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai langkah konkret dalam melestarikan budaya lokal di kalangan generasi muda.

Penggagas sekaligus pelaksana kegiatan, Armando Loho, menjelaskan menjelang pelaksanaan panitia terus mematangkan berbagai persiapan agar kegiatan berjalan sukses.

“Sejumlah tahapan telah dilakukan, mulai dari sosialisasi di sekolah-sekolah, audiensi dengan Pemerintah Kota Tomohon, hingga latihan bersama para pelajar yang akan tampil,” jelas Armando.

Selain itu, tambahnya, panitia juga melakukan peninjauan lokasi kegiatan guna memastikan kesiapan teknis di lapangan.

Armando menegaskan bahwa pentas Mahzani massal ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan gerakan bersama untuk merawat identitas budaya daerah.

“Mahzani adalah bagian dari napas budaya masyarakat Tomohon, khususnya di Woloan. Melalui keterlibatan 1.000 pelajar, kami ingin menanamkan kebanggaan terhadap sastra dan tradisi lokal sejak dini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum kebangkitan budaya daerah di Tomohon serta mendorong generasi muda untuk terus mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya leluhur. (P-bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025