29.2 C
Jakarta
Wednesday, July 24, 2024

    Faktanya, ada Gereja dan Masjid di negaranya Kim Jong-un, Korea Utara

    Terkait

    PRIORITAS, 20/4/24 (Pyongyang): Ya, Korea Utara selama ini dikenal sebagai negara tertutup dan berpaham komunis.

    Tapi, ternyata negara pimpinan Kim Jong-un, Korea Utara memiliki gereja dan masjid untuk orang beragama beribadah.

    Dilaporkan, ada lima gereja di Pyongyang. Yakni, Gereja Protestan Bongsu, Chilgol dan Jeil, Gereja Katedral Katolik Jangchung, dan Gereja Ortodoks Tritunggal Mahakudus Rusia.

    Sebagian besar tempat ibadah ini digunakan oleh orang asing, meskipun dikabarkan ada warga Korea Utara yang rutin menghadiri ibadah di gereja.

    Beberapa ahli mengatakan, mereka merupakan keturunan dari populasi Kristen yang pernah tumbuh subur di Korea Utara sebelum terbaginya wilayah semenanjung tersebut menjadi dua (selatan dan utara).

    Satu-satunya masjid

    Sementara itu, diketahui, satu-satunya masjid yang diizinkan berdiri di Korea Utara ini terletak di kompleks Kedubes Iran. Masjid Ar Rahman merupakan sebuah masjid di Korea Utara di halaman kedubes Iran di Pyongyang, dan dianggap sebagai masjid pertama dan satu-satunya di negara tersebut.

    Masjid tersebut diasosiasikan dengan mazhab Syiah yang dominan di Iran, meskipun staf Kedubes dari negara Islam lain di Korea Utara termasuk negara-negara Sunni seperti Indonesia dikabarkan mengunjungi masjid tersebut dan beribadah.

    Masjid tersebut juga menjadi tempat salat Jumat yang dihadiri oleh staf Kedubes Muslim dari berbagai negara tanpa memandang mazhab mereka.

    Walau pun negara mayoritas Islam lainnya memiliki kedubes di Korea Utara, seperti Mesir, Libia, dan Pakistan, tidak ada satupun dari mereka yang memiliki masjid. Kurangnya masjid di Korea Utara karena kebijakan keagamaan dari negara tersebut.

    Dikutip dari berbagai sumber, sebagaimana dilansir BeritaSatu.com, diketahui, rezim Kim Jong-un ini membolehkan warga asing beragama membawa Al-Qur’an atau Alkitab masuk ke negara tersebut. Namun dilarang untuk meninggalkannya, atau mencoba berkutbah kepada penduduk setempat. Karena penyebaran materi keagamaan di Korea Utara merupakan kejahatan besar. (P-BS/jr) — foto ilustrasi istimewa

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini