Api menyembur dari cerobong pembakaran di kilang Amuay di Los Taques, Venezuela, Rabu (14/1/26). (AP Photo)PRIORITAS, 21/1/26 (Jakarta): Venezuela telah mengantongi sekitar 300 juta dolar AS dari hasil penjualan minyak mentah ke Amerika Serikat, yang merupakan bagian dari total pendapatan yang diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS, ujar Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Selasa (20/1/26).
Pemerintah Venezuela berencana memanfaatkan dana tersebut untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing di dalam negeri.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari yang sama menyatakan, AS telah mengambil 50 juta barel minyak dari Venezuela dan menjual sebagian di pasar terbuka. Namun, data pengiriman menunjukkan, jumlah tersebut belum tercatat sebagai ekspor.
Dalam sebuah acara di Caracas, Rodriguez menyampaikan, dana itu akan dialirkan melalui bank milik negara maupun swasta, dengan koordinasi bersama Bank Sentral Venezuela, guna mendukung upaya stabilisasi pasar valuta asing.
Cadangan barel minyak
Venezuela diketahui memiliki cadangan sekitar 300 miliar barel minyak mentah berjenis berat (heavy) dengan kandungan sulfur tinggi (sour), jumlah yang setara dengan sekitar 20 persen dari total cadangan minyak dunia.
Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan operasi mendadak ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya.
Aksi tersebut menuai kecaman luas dari komunitas internasional, di mana sejumlah pemerintah dan pengamat menilai langkah AS itu sebagai preseden berbahaya karena mencerminkan penggunaan kekuatan terhadap negara yang berdaulat. (P-Zamir)