Petenis Italia Jannik Sinner berpose dengan trofi usai memenangi BNP Paribas Open 2026 setelah mengalahkan Daniil Medvedev di final di Indian Wells, California, AS, Minggu (15/3/26). BNP Paribas Open.
PRIORITAS, 16/3/26 (California): Melalui pertarungan yang dramatis, Jannik Sinner bangkit dari ketertinggalan untuk menumbangkan Daniil Medvedev di final Indian Wells, Senin (16/3/25) WIB. Petenis asal Italia meraih kemenangan 7-6(6), 7-6(4) untuk merebut gelar BNP Paribas Open 2026.
“Saya terus percaya dan terus berjuang untuk lebih berani mengambil risiko,” kata Sinner ketika ditanya tentang kemenangannya di tie-break, dikutip dari ATP. Kemenangan tersebut membuat Sinner menjadi petenis putra ketiga yang melengkapi enam gelar ATP Masters 1000 di lapangan keras, bergabung bersama Novak Djokovic dan Roger Federer.
Dalam final yang dramatis, Sinner bangkit dari ketertinggalan 0/4 di tie-break set kedua melawan Medvedev, memenangi tujuh poin berturut-turut untuk meraih kemenangan. Dengan tidak kehilangan satu set pun di California, petenis berusia 24 tahun itu juga menjadi petenis putra pertama yang memenangi gelar Masters 1000 berturut-turut tanpa kehilangan satu set pun, setelah catatan sempurnanya di Paris November lalu.
Pekan sempurna di California
Pekan sempurna di California, yang memberinya gelar pertamanya tahun ini, juga mempersempit jarak dengan petenis peringkat satu dunia Carlos Alcaraz. Petenis Spanyol Alcaraz meraih kemenangan di Australian Open dan Doha tahun ini, tetapi awal musimnya yang tak terkalahkan diakhiri oleh Medvedev di semifinal Indian Wells.
Berada di No.2 dan tertinggal 2.200 poin dari rival beratnya Alcaraz, Sinner kini memiliki kesempatan emas untuk mempersempit jarak tersebut. Ia tidak berkompetisi di turnamen Masters 1000 di Miami, Monte-Carlo, atau Madrid musim lalu, sementara ketiga turnamen tersebut akan berlangsung dalam tujuh pekan ke depan.
“Itu adalah pertandingan yang sangat, sangat sulit. Senang sekali melihat Daniil kembali bermain di level ini. Saya sangat senang. Saya datang ke sini sejak hari pertama, berlatih sangat keras dan hasil ini membuat saya sangat bahagia. Berbagi momen ini dengan tim dan teman-teman di sini sungguh istimewa,” kata Sinner.
Sinner telah meraih gelar di Indian Wells, Miami, Kanada, Cincinnati, Shanghai, dan Paris, dan kemenangannya melawan Medvedev menjadikannya petenis putra Italia pertama yang mencapai 100 kemenangan Masters 1000. Pada set pembuka yang berlangsung cepat, Medvedev melanjutkan performanya seperti saat melawan Alcaraz, bermain lepas dan memberi tekanan pada Sinner sejak awal.
Sinner sempat balut pergelangan kaki
Petenis berusia 30 tahun itu memenangi enam poin pertama pertandingan tetapi tidak dapat mengubah momentum itu menjadi break servis di awal pertandingan dan kemudian harus menangkis tekanan dari Sinner pada kedudukan 3-3 dan 4-4 saat servisnya sendiri.
Sinner, yang mengambil waktu istirahat medis pada kedudukan 3-4 untuk membalut kembali pergelangan kaki kanannya, tidak mampu memanfaatkan dua peluang break point selama set tersebut dan seringkali terdesak oleh pukulan Medvedev yang agresif.
Di tie-break, Sinner merebut keuntungan ketika Medvedev gagal melakukan forehand, dan kemudian menutup set pada set point keduanya ketika ia memukul forehand ke net. Set kedua berjalan dengan skenario serupa hingga tie-break lainnya.
Sinner kemudian bangkit dari kedudukan 0/4, bertahan dari serangan awal yang gencar dari Medvedev untuk kemudian bangkit dan meraih kemenangan setelah satu jam 55 menit. Kedua petenis tidak kehilangan servis mereka sepanjang pertandingan, dengan Sinner memenangi 91 persen (43/47) poin dari servis pertamanya.
Sinner unggul 9-7 atas Medvedev dalam head to head mereka, setelah memenangi sembilan dari 10 pertemuan terakhir mereka seperti dikutip Antara.”Saya ingin mengucapkan selamat kepada Jannik, permainan tenis yang luar biasa, sulit untuk bermain melawan Anda,” kata Medvedev selama upacara penyerahan trofi. (P-wr)