Trump: Persediaan Rudal AS ‘tak terbatas’ untuk lawan Iran

Zamir Ambia
Kamis, 5 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 5/3/26 (Jakarta): Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut negaranya memiliki cadangan persenjataan dalam jumlah sangat besar dan sanggup menopang operasi militer untuk waktu yang panjang. Pernyataan tersebut muncul saat ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus meningkat dan berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan persediaan amunisi Amerika Serikat saat ini berada pada tingkat yang sangat melimpah.

“Persediaan amunisi Amerika Serikat, pada tingkat menengah dan menengah atas, tidak pernah setinggi atau sebaik ini,” tulisnya, dikutip dari laman Forbes, Kamis (5/2/26).

Donald Trump turut menyatakan Amerika Serikat memiliki cadangan persenjataan yang “hampir tidak terbatas”. Ia menilai kapasitas tersebut memungkinkan negaranya menopang operasi militer dalam jangka waktu yang sangat panjang.

“Perang dapat dilakukan ‘selamanya’, dan sangat berhasil, hanya dengan menggunakan persediaan ini,” ucap Trump.

Namun, Donald Trump mengakui persediaan senjata paling mutakhir milik Amerika Serikat belum mencapai level ideal, meski menurutnya kondisinya masih tergolong “baik”.

Kritik Joe Bidden

Dalam pernyataannya, Trump turut menyampaikan kritik terhadap pendahulunya, Joe Biden. Ia menilai pemerintahan sebelumnya terlalu banyak menggelontorkan dana serta perlengkapan militer untuk membantu Ukraina menghadapi perang melawan Rusia.

Trump bahkan menggambarkan bantuan tersebut sebagai langkah “memberikan segalanya” kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, tanpa diiringi upaya memulihkan kembali cadangan persenjataan Amerika.

Sebelumnya, laporan The Wall Street Journal pada Minggu (1/3/26) mengungkap sejumlah pejabat militer Amerika Serikat sempat mencemaskan ketersediaan beberapa jenis amunisi krusial saat menyusun rencana operasi militer terhadap Iran.

Kekhawatiran tersebut terutama terkait persediaan Eudal pencegat pertahanan udara, yang berperan menangkal potensi serangan drone maupun Rudal Balistik Iran terhadap negara-negara di kawasan Timur Tengah tempat pasukan AS ditempatkan. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025