
Pesawat ambulans udara di India jatuh dalam cuaca buruk menewaskan semua tujuh penumpang dan awak.(@mpmahatojmm)PRIORITAS, 24/2/26 (New Delhi): Sebuah pesawat ambulans udara yang membawa korban luka bakar 65 persen untuk mendapat pertolongan di rumah sakit New Delhi, India, malah jatuh dalam cuaca buruk di sebuah hutan Chatra, negara bagian Jharkhand.

Menurut petugas penyelamat setempat, seluruh penumpang yang terdiri dari pasien, istrinya, dokter dan perawat termasuk pilot dan awak pesawat tewas dalam kecelakaan tragis tersebut.
“Tujuh orang yang berada di dalam pesawat evakuasi medis itu tewas dalam kecelakaan di negara bagian Jharkhand, India timur, pada Senin malam”, kata regulator penerbangan, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari The Independent, hari Selasa (24/2/26)
Pesawat jenis Beechcraft C90 yang dioperasikan Redbird Airways Pvt Ltd itu, terbang dari ibu kota negara bagian Ranchi dan sedang menuju ke ibu kota negara Delhi.

Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Ranchi pukul 19.11 waktu setempat dan beberapa saat setelah mengudara sempat meminta pengalihan rute karena cuaca buruk.
Namun tiba-tiba kehilangan kontak radar dengan menara pengontrol lalu lintas udara tak lama kemudian.
Menurut wakil komisaris distrik Chatra, Keerthishree G, pesawat itu hilang sekitar pukul 19.30 waktu setempat.
Pesawat kemudian diketahui jatuh di wilayah Panchayat Bariatu di Simaria. Lokasi kecelakaan berada jauh di dalam hutan.
Polisi mengkonfirmasi semua ketujuh jenazah dalam pesawat telah ditemukan.

Sebuah tabung oksigen yang diduga dipakai pasien, tergeletak di dekat badan pesawat ambulans udara yang jatuh dalam cuaca buruk di Jharkhand, India Timur.(@mpmahatojm)
Semula ingin pakai mobil
Menurut CEO Rumah Sakit Devkamal di Ranchi, Anant Sinha, pesawat ambulans udara itu disiapkan untuk pasien dalam kondisi kritis.
Pada saat itu ada seorang pasien bernama Sanjay Kumar (41 tahun), warga Chandwa di distrik Latehar, dibawa ke rumah sakit dengan luka bakar 65 persen pada tanggal 16 Februari.
Dia sedang dirawat di rumah sakit, ketika anggota keluarganya memutuskan untuk membawanya ke Delhi untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Vijay Kumar, seorang kerabat, menjelaskan semula mereka ingin membawa pasien itu dengan mobil melalui jalan darat.
Tetapi dokter mengatakan pasien mungkin bisa pingsan di jalan, karena jarak ke rumahsakit di Delhi sangat jauh.
“Dokter mengatakan bahwa jika kami bisa mengatur ambulans udara, maka kami bisa membawanya. Jadi kami memutuskan untuk membawanya dengan ambulans udara”, ungkap Vijay Kumar.
Tragisnya, niat mereka untuk menolong saudaranya agar bisa cepat sembuh, malah beserta istri dan kerabat tewas dalam kecelakaan pesawat itu.
Kondisi cuaca buruk
Warga di wilayah Simaria melaporkan kecelakaan itu terjadi di tengah kondisi cuaca buruk, termasuk angin kencang, hujan deras, petir dan guntur.
Direktur bandara Ranchi, Vinod Kumar, mengatakan pesawat tersebut kehilangan komunikasi dengan menara pengontrol lalu lintas udara sekitar 20 menit setelah lepas landas.
“Cuaca buruk bisa menjadi salah satu penyebab kecelakaan , tetapi penyebab sebenarnya baru akan diketahui setelah penyelidikan lebih lanjut.”menguji,” katanya kepada media.
Tim pencarian dan penyelamatan dari administrasi distrik telah tiba di lokasi kejadian.
Sebuah tim dari Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat (AAIB) – sebuah divisi dari Kementerian Penerbangan Sipil federal yang menyelidiki kecelakaan pesawat – sedang dikirim untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut.
Mantan kepala menteri Jharkhand dan pemimpin BJP, Champai Soren, menyampaikan rasa duka cita di media sosial
“Saya berdoa untuk para korban meninggal, termasuk awak pesawat dari Marang Buru (dewa suku tertinggi), dan semoga keluarga mereka diberi kekuatan di masa sulit ini”, katanya.
Redbird Airways, yang didirikan pada tahun 2018 dan mengoperasikan enam pesawat, telah menerima izin untuk penerbangan tidak terjadwal pada tahun 2019.
Pesawat yang jatuh tersebut termasuk dalam armada perusahaan, menurut catatan pemerintah.(P-Jeffry W)

