Penembakan massal terjadi di pantai Bondi Australia, 10 orang dilaporkan tewas

Jeffry Wuisan
Minggu, 14 Desember 2025
3 menit membaca

PRIORITAS, 14/12/25 (Sydney): Penembakan massal terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Minggu pagi. Sebanyak 10 orang dilaporkan tewas dan puluhan luka-luka

Sejumlah media Australia dikutip Beritaprioritas.com, hari Minggu (14/12/25), menyebutkan serangan bersenjata itu dilakukan sejumlah orang saat ratusan warga Yahudi sedang melakukan upacara perayaan Hanukkah di tepi pantai Bondi.

“Saya di sini bersama keluarga saya, itu adalah perayaan Hanukkah, ada ratusan orang, ada anak-anak, ada orang tua, keluarga yang sedang bersenang-senang,” kata pengacara hak asasi manusia, Arsen Ostrovsky, saksimata yang ikut menjadi korban luka di kepala akibat terkena serempetan tembakan kepada 9News.

Ia yang masih berlumuran darah di bagian kepala menceritakan serangan di Pantai Bondi itu adalah pembantaian massal.

“Pertumpahan darah, itu adalah pembantaian yang mengerikan. Anak-anak, di sebuah festival, bermain, lalu tiba-tiba terjadi kekacauan total. Ada tembakan di mana-mana, orang-orang bersembunyi, benar-benar kacau”, paparnya.

Seorang saksimata, Arsen Ostrovsky, yang ikut jadi korban luka akibat penembakan massal di pantai Bondi, Sydney, Australia.(9news)

Ratusan petugas dari beberapa jajaran penegak hukum tiba dalam beberapa menit setelah laporan terjadi penembakan tersebut.

Belum diketahui ada berapa tersangka pelaku, namun sejauh ini jumlah korban tewas dilaporkan sudah 10 orang dan lebih dari 30 orang luka-luka.

Angka korban dikhawatirkan masih akan bertambah, karena banyak yang kritis akibat mengalami luka cukup parah terkena tembakan senjata penyerang.

Banyak warga yang berada di pantai segera lari mencari perindungan di bangunan di sekitar pantai, karena tembakan senjata terus terjadi dari sejumlah arah.

“Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi, dari mana suara tembakan itu berasal”, kata Ostrovsky.

Ia  mengatakan telah tinggal di Israel selama 13 tahun terakhir dan selamat dari serangan 7 Oktober 2023 di sana.

Dia mengatakan datang ke Australia baru dua minggu yang lalu, untuk bekerja dengan komunitas Yahudi memerangi antisemitisme, termasuk memerangi kebencian yang haus darah dan mengerikan.

“Kita pernah mengalami yang lebih buruk, kita akan melewati ini, dan kita akan menangkap para bajingan yang melakukan ini,” katanya.

Ostrovsky mengatakan dia melihat salah satu pelaku penembakan selama kejadian itu, ketika orang-orang berjatuhan di sekitarnya.

Dia mengatakan satu-satunya kekhawatirannya adalah istri dan anak-anaknya, yang menurutnya berhasil melarikan diri.

“Saya melihat setidaknya satu orang bersenjata… menembak secara acak dan ke segala arah.”

“Saya melihat anak-anak jatuh ke lantai, saya melihat orang tua, saya melihat orang sakit, itu benar-benar pembantaian berdarah”, lanjutnya.

“7 Oktober, itu terakhir kali saya melihat ini. Saya tidak pernah menyangka akan melihat ini di Australia, tidak seumur hidup saya, di Pantai Bondi, tempat ikonik ini”, tambahnya.

Hingga berita ini dirilis, berbagai aparat penegak hukum New South Wales, Australia,  masih mengamankan lokasi penembakan termasuk membekuk para tersangka. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025