Timur Tengah makin tegang, Arab Saudi usir para diplomat Iran

Jeffry Wuisan
Minggu, 22 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 22/3/26 (Riyadh): Ketegangan di Timur Tengah makin memuncak akibat serangan serampangan Iran.  Arab Saudi akhirnya betindak keras mengusir para diplomat Iran. Mereka diharuskan keluar dari Arab Saudi paling lambat sehari setelah perintah diterbitkan.

Menurut informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Minggu (22/3/26), perintah pengusiran itu diumumkan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi,  pada hari Sabtu waktu setempat, terkait serangan Iran yang terus berlanjut ke wilayah-wilayah kerajaan tersebut.

Media Saudi Gazette melaporkan, Arab Saudi mengumumkan pengusiran atase militer, asistennya dan tiga staf kedutaan Iran.

Mereka dinyatakan sebagai persona non grata (tidak diakui) dan memerintahkan untuk segera meninggalkan Kerajaan Arab Saudi dalam waktu 24 jam.

Dalam sebuah pernyataan, Kerajaan Arab Saudi kembali menegaskan kecaman kerasnya terhadap Iran.

Iran disebutkan telah berulang kali melakukan serangan militer terang-terangan ke Arab Saudi, negara-negara GCC (Teluk), dan sejumlah negara Arab dan Islam.

Kementerian Luar  Negeri Arab Saudi juga menegaskan penargetan terus-menerus Iran terhadap kedaulatan Arab Saudi,  infrastruktur sipil, kepentingan ekonomi dan tempat diplomatik,  merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Iran juga secara sengaja tidak menghormati prinsip-prinsip bertetangga baik, Perjanjian Beijing, dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 (2026).

Konsekuensi serius

Jauh sebelum perang Iran dengan AS-Israel pecah, kerajaan Arab Saudi sudah memberi jaminan tidak akan menginjinkan negaranya dijadikan AS sebagai pangkalan serangan ke Iran.

Meski begitu, sehari setelah pecah perang, Iran tetap menyerang wilayah Arab Saudi dengan Rudal Balistik dan drone. Alasan Iran tetap menyeranng karena terdapat pangkalan AS di Arab Saudi.

Walaupun sudah berkali-kali diberi peringatan, Iran tetap menyerang Arab Saudi hingga kini.

Tercatat Iran sudah menembakkan 40 Rudal dan hampir 300 drone ke Arab Saudi.

Arab Saudi menyatakan tindakan Iran selama ini,  sangat bertentangan klaim prinsip-prinsip yang dijunjung tinggi Iran.

Kali ini Arab Saudi bertindak tegas dengan mengusir para diplomat. Namun Arab Saudi mengancam akan melakukan tindakan lebih keras jika serangan Iran masih berlanjut.

“Jika agresi Iran masih berkelanjutan,  akan memiliki konsekuensi serius bagi hubungan saat ini dan di masa mendatang”, tandas Kemlu Arab Saudi.

Arab Saudi mengatakan telah secara resmi memberitahukan atase militer Iran, asisten atase militer, dan tiga anggota staf kedutaan lainnya untuk segera meninggalkan wilayah Kerajaan Arab Saudi.

Pernyataan tersebut menegaskan kembali Kerajaan Arab Saudi akan mengambil semua langkah, yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan, keamanan, wilayah, ruang udara, warga negara, penduduk, dan kepentingan nasionalnya.

Eskalasi berbahaya

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, memperingatkan akan adanya eskalasi berbahaya dari serangan Iran.

Dalam pertemuan mereka di Jeddah, keduanya mengancam Iran, karena  menyerang negara-negara kawasan Teluk (GCC) dan penargetan fasilitas vital serta sipil.

Diskusi mereka difokuskan pada perkembangan regional, khususnya dampak dari eskalasi militer yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Keduanya membahas keamanan regional dan upaya untuk mengoordinasikan respons terhadap Iran.

Presiden El-Sisi menegaskan kembali kecaman Mesir terhadap serangan berulang Iran terhadap Arab Saudi dan negara-negara di kawasan itu.

Ia menekankan solidaritas Kairo dengan Kerajaan tersebut dalam menghadapi ancaman apa pun terhadap kedaulatan dan keamanannya. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025