Tiga pegawai SPBU dianiaya, polisi ringkus pelaku

Khalied Malvino
Selasa, 24 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 24/2/26 (Jakarta): pegawai SPBU 3413901 Cipinang dianiaya. Pelaku dipastikan bukan anggota polisi. Peristiwa terjadi Minggu (22/2/26) malam.

Lokasi di SPBU Pertamina Cipinang, Jakarta Timur. Kabid Humas Polda Metro Jaya,  Kombes Pol Budi Hermanto angkat bicara.

“Pelaku sudah ditangkap dan dipastikan bukan anggota Polri. Saat ini yang bersangkutan sedang diproses oleh penyidik Polres Metro Jakarta Timur,” kata Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/2/26).

Isu pelaku disebut oknum aparat sempat beredar. Polisi meminta publik tidak terpancing.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Jika menemukan peristiwa serupa atau tindak kekerasan, segera laporkan melalui pusat layanan (call center) 110 atau kantor polisi terdekat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti,” ujar Budi.

Kronologi bermula dari mobil Toyota Vellfire hitam. Kendaraan hendak mengisi Pertalite.

Petugas menolak pengisian BBM. Barcode tidak sesuai nomor polisi kendaraan.

“Penolakan tersebut memicu emosi penumpang mobil. Pelaku kemudian turun dan melakukan kekerasan terhadap sejumlah pekerja SPBU,” tutur Budi.

Beberapa pegawai mengalami pemukulan. Petugas yang melerai ikut menjadi korban.

Korban melapor ke Polsek Pulogadung pada Senin (23/2/26). Kasus ditangani Unit Reskrim setempat.

Subbidpaminal Bidpropam dan Satreskrim turun tangan. Pelaku diidentifikasi berinisial JMH.

“Hasilnya, pelaku berhasil diidentifikasi sebagai JMH dan bukan anggota Polri. Nomor polisi yang digunakan pada kendaraan juga tidak sesuai peruntukannya,” kata Budi.

Tim gabungan menangkap pelaku Selasa (24/2/26). Penangkapan di Rawalumbu, Bekasi Timur.

“Pelaku kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Sebelumnya, pegawai sempat menduga pelaku aparat. Staf SPBU menyampaikan keterangan.

“Iya betul, ada tiga korban pegawai kami yang diduga dianiaya oleh oknum aparat,” kata Mukhlisin saat ditemui di lokasi, Senin (23/2/26).

Polisi menegaskan pelaku warga sipil. Proses hukum kini berjalan. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025