
Dr Theo L Sambuaga, MIPP. (Dok/Ist)PRIORITAS, 20/12/25 (Washington): Sebagai Co-Chairman Indonesia dari US-Indonesia Society (USINDO), Dr Theo L Sambuaga, MIPP, tampil bersama Co-Chair dari Amerika Serikat (AS), Robert O Blake Jr (mantan Dubes AS untuk RI) dalam forum tahunan korporasi non pemerintah dua negara tersebut di Washington DC, 9-12 Desember 2025.

“Ya, USINDO secara rutin mengadakan berbagai acara, termasuk forum terbuka, diskusi eksekutif, dan gala tahunan di Washington DC, untuk membahas hubungan bilateral AS-Indonesia, ekonomi, dan isu-isu strategis,” ujar Theo kepada Beritaprioritas melalui kontak WhatsApps, Sabtu (20/12/25) dari Los Angeles, AS.
Namun doktor jebolan Universitas Pertahanan (Unhan) ini belum memberikan detil spesifik tentang agenda yang didiskusikan maupun acara-acara selang 2026 mendatang. Hanya saja mengungkapkan pentingnya posisi Usindo dalam membangun keharmonisan hubungan kedua negara besar ini. Terbukti, sejumlah Presiden RI, termasuk Prabowo Subianto pernah menghadiri pertemuan yang digelar pihak Usindo, November 2024 lalu
Ketika itu, Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan anggota korporasi The United States – Indonesia Society (USINDO) yang digelar di Ruang Dumbarton, Hotel Four Season, Washington DC, Senin (11/11/24). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo berdialog langsung dengan sejumlah pemimpin perusahaan besar Amerika Serikat (AS) yang telah lama berinvestasi di Indonesia, termasuk Freeport, Chevron, General Electric, Georgetown, dan perusahaan terkemuka lainnya.


Suasana ketika Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan anggota korporasi The United States – Indonesia Society (USINDO) yang digelar di Ruang Dumbarton, Hotel Four Season, Washington DC, Senin (11/11/24) lalu. (BPMI Setpres)
Usai acara, Presiden Prabowo menyampaikan kegembiraannya atas antusiasme perusahaan-perusahaan AS untuk terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia. “Mereka sangat terlibat dalam perekonomian Indonesia dan pembangunan Indonesia. Sudah lama mereka di Indonesia dan mereka terus percaya dengan Indonesia, dengan ekonomi Indonesia, dan saya juga mendorong mereka untuk terus melakukan investasi ikut serta dalam rencana pembangunan kita,” ujar Presiden Prabowo.
Sejumlah tokoh kunci USINDO
Sebelum Theo L Sambuaga (yang antara lain pernah menduduki posisi Menteri Tenaga Kerja, Menteri Perumahan dan Permukiman, Ketua BKSAP DPR RI, Ketua Komisi I DPR RI, Presiden Komisi Politik Parlemen se-Dunia/IULA), sejumlah tokoh nasional Indonesia juga pernah menjabat Co-Chair USINDO.
Mulai dari Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo hingga Dr Arifin Siregar, SE.
USINDO didirikan pada tahun 1994 oleh sekelompok warga negara Indonesia dan Amerika yang memiliki pengalaman di kedua negara, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan mempererat hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Strukturnya melibatkan tokoh-tokoh terkemuka dari sektor swasta dan publik di kedua negara, termasuk para mantan duta besar dan eksekutif perusahaan besar, yang duduk di dewan pengawas serta penasihat.
Adapun tokoh kunci di awal berdirinya, ialah Edward E Masters, mantan Duta Besar AS untuk Indonesia. Dialah Presiden Pendiri USINDO.
Selanjutnya J Stapleton Roy, juga mantan Duta Besar AS untuk Indonesia, Cina, dan Singapura, yang pernah menjabat sebagai salah satu Co-Chair Emeritus AS.
Diketahui, para pendiri ini memiliki pengalaman luas di kedua negara dan sepakat akan pentingnya organisasi yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Didedikasikan untuk saling meningkatkan pemahaman
Theo selanjutnya menuturkan, United States – Indonesia Society, (USINDO), merupakan satu-satunya organisasi non-pemerintahan yang secara eksklusif didedikasikan untuk meningkatkan pemahaman Amerika Serikat tentang Indonesia, pengertian Indonesia tentang Amerika Serikat, dan memperkuat hubungan di antara kedua negara dan penduduknya.
USINDO, demikian Theo, ialah organisasi bi-nasional yang independen. Dan USINDO mendapatkan bantuan dari perusahaan-perusahaan, individu-individu, yayasan-yayasan yang ingin memajukan dan memperkuat hubungan Amerika Serikat-Indonesia, serta tidak mendapatkan bantuan keuangan dari pemerintahan negara manapun.
Dijelaskan, USINDO meyakini, pertukaran bilateral di bidang pendidikan memberikan fondasi terkuat bagi hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Selain itu, USINDO menjalankan program-program pendidikan baik di Amerika Serikat maupun di Indonesia.
Satu hal lagi, sebagai organisasi non-profit, USINDO tidak melobi Kongres atau Pemerintah AS untuk kebijakan atau undang-undang apa pun.
Diketahui, USINDO memiliki lebih dari 8,000 peserta, hampir setengahnya berada di Indonesia dan sisanya berada di Amerika Serikat serta negara lainnya. (P-*r/SetPres/Wiki/jr)

