Terungkap, intel CIA arahkan serangan yang tewaskan pemimpin Iran Ali Khamenei

Jeffry Wuisan
Senin, 2 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 2/3/26 (Washington):  Central Intelligence Agency (CIA)  atau Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS), ternyata ikut mengarahkan serangan pengeboman terhadap tempat rapat rahasia, pemimpin Iran, Ali Khamenei, di Teheran.

Ali Khamenei dan sejumlah jenderal, akhirnya tewas dalam serangan hari pertama Israel dan AS ke Iran,  meski mereka berada di dalam ruang bawah tanah yang dilapisi beton tebal.

“CIA yang mengindikasikan Ali Khamenei akan menghadiri pertemuan para pejabat tinggi Iran,  membantu mengarahkan serangan dalam serangan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran itu”, demikian dilaporkan New York Times, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari media Asharq Al-Awsat, hari Senin (2/3/26)

Media pemerintah Iran mengkonfirmasi Khamenei tewas dalam serangan udara Israel dan AS di ibu kota Teheran.

Badan intelijen Amerika telah melacak Khamenei selama berbulan-bulan, lapor Times, mengutip orang-orang yang mengetahui operasi tersebut.

Intelijen AS akhirnya mengetahui pertemuan para pejabat tinggi Iran dijadwalkan pada Sabtu pagi di kompleks kepemimpinan di jantung Teheran.

AS dan Israel awalnya berencana melancarkan serangan ke Iran pada malam hari, tetapi para pejabat merobah waktunya untuk menyesuaikan rencana tersebut berdasarkan laporan intelijen CIA.

Pihak AS memberikan informasi tersebut kepada Israel, yang berencana untuk melakukan serangan awal terhadap kepemimpinan Iran.

Operasi tersebut dimulai sekitar pukul 6:00 pagi di Israel (04.00 GMT). Rudal jarak jauh pertama menghantam kompleks tersebut sekitar pukul 9:40 pagi.

 

Hancur total

Para pejabat senior keamanan nasional Iran berada di satu gedung di kompleks tersebut, dan Khamenei berada di gedung yang berdekatan dilaporkan tewas.

Laporan menyebutkan tiga gedung utama di kompleks itu hancur total terkena bom. Gambar citra satelit menunjukkan lokasi pertemuan rahasia tersebut porakporanda dan menghitam akibat ledakkan hebat.

Selain Khamenei, dua pemimpin militer Iran terkemuka lainnya juga tewas dalam pemboman tersebut.

Mereka adalah kepala Garda Pengawal Revolusi Iran (IRGC), Jenderal Mohammad Pakpour, dan penasihat keamanan terkemuka lainnya, Jenderal Ali Shamkhani, demikian dikonfirmasi lembaga peradilan Iran.

Iran kemudian membalas, dengan serangan ke seluruh Teluk, termasuk di dekat pangkalan militer AS di kawasan tersebut, seiring dengan meningkatnya ancaman konflik regional yang lebih besar.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pengeboman militer Amerika akan berlanjut selama diperlukan.

Kehebohan langsung terjadi di Iran. Banyak warga Iran dilaporkan merasa kaget dan gembira setelah kematian Ali Khamenei. Namun ada juga yang ikut sedih.

Di berbagai media sosial warga Iran dengan berani memposting mereka bersorak gembira dan menari,  karena pimpinan rezim penindas rakyat sudah tewas.

Sedangkan warga Iran lain yang bersedih, mengutuk keras serangan Israel dan AS yang menyebabkan Khamenei terbunuh.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025