Korban tertimbun sampah di Cebu Filipina bertambah jadi 11 orang tewas

Jeffry Wuisan
Selasa, 13 Januari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 13/1/26 (Cebu City): Jumlah korban tewas akibat runtuhnya tempat pembuangan sampah di Barangay Binaliw, Kota Cebu, Filipina, telah meningkat menjadi 11 orang dan 25 orang masih hilang.

Juru bicara Stasiun Pemadam Kebakaran Kota Cebu, Wendell Villanueva, mengatakan tim penyelamat masih terus melakukan pencarian berisiko terhadap 25 orang masih hilang tersebut.

Insiden itu juga menyebabkan 12 orang lainnya mengalami luka-luka,  ketika gunung sampah ambruk dan menimbun para pekerja serta bangunan kantor yang berada di bagian bawah.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari BBC World, hari Selasa (13/1/2026), gabungan petugas penyelamat mengalami kesulitan untuk mencari puluhan orang,  yang diyakini masih terjebak di bawah berton-ton sampah, logam bengkok dan puing-puing.

Dugaan awal gunung sampah di Binaliw itu longsor akibat hujan lebat dalam beberapa minggu terakhir, sehingga  membuat tumpukan sampah menjadi tidak stabil dan lebih berat.

Tim penyelamat telah bekerja keras siang dan malam,  tetapi harapan untuk menemukan lebih banyak korban selamat semakin menipis setelah tiga hari para korban tertimbun.

Gabungan tim termasuk dari militer Filipina ikut terlibat dalam pencarian korban tertimbun gunung sampah di Cebu.(philippinesnavy)

 

Tak ada lagi yang hidup

Tim telah menyelamatkan 12 orang yang terluka dari reruntuhan. Seorang petugas pemadam kebakaran setempat mengatakan kemungkinan besar tidak ada lagi yang masih hidup di bawah reruntuhan sampah.

Pemerintah telah turun tangan dengan cepat. Tim dari berbagai unsur termasuk militer terjun langsung untuk menolong dan menyelamatkan para korban.

Perusahaan yang mengelola tempat pembuangan sampah, Prime Integrated Waste Solutions, telah diperintahkan untuk menghentikan operasi dan memperbaiki masalah apa pun dalam waktu 90 hari.

Para pejabat akan menyelidiki apa yang salah dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggung jawab.

Para pembuat undang-undang di Filipina menyerukan perubahan besar dalam cara negara menangani sampah, termasuk peningkatan keselamatan bagi pekerja di lokasi-lokasi tersebut.

Ini bukan pertama kalinya hal seperti ini terjadi di Filipina, di mana kota-kota besar seperti Cebu bergantung pada tempat pembuangan sampah besar.

Gambar drone menunjukkan gunung sampah di Binaliw, Cebu, Filipina, yang longsor menimpa bangunan kantor di bagian bawah.(theindependent)

 

Perlu pengawasan

Orang-orang di media sosial berbagi kesedihan dan kemarahan, dengan beberapa menyalahkan manajemen yang buruk.

Para ahli mengatakan perlu aturan dan pengawasan yang lebih baik, untuk mencegah tragedi lain di masa mendatang. Informasi terbaru diharapkan seiring dengan berlanjutnya pencarian.

Bencana tersebut telah menghidupkan kembali kekhawatiran lama tentang keselamatan tempat pembuangan sampah di Filipina.

Lokasi serupa, yang sering terletak di dekat komunitas berpenghasilan rendah, telah dikaitkan dengan kecelakaan fatal di masa lalu.

“Ini seharusnya tidak pernah terjadi. Kita telah menyaksikan tragedi serupa sebelumnya, namun bahaya yang sama masih terus berlanjut”, kata Senator Imee Marcos.

Pada tahun 2000, lebih dari 200 orang tewas ketika tempat pembuangan sampah runtuh di Quezon City, yang mendorong reformasi nasional tentang pengelolaan sampah di Filipina.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025