Terapi modern ubah harapan hidup pasien kanker paru

Khalied Malvino
Rabu, 12 November 2025
4 menit membaca


PRIORITAS, 12/11/25 (Jakarta): Kanker paru masih jadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Dikenal sebagai silent killer, penyakit ini kerap tak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga banyak kasus baru terdeteksi saat sudah stadium lanjut.

Menurut data Global Cancer Observatory (Globocan) 2022, dalam lima tahun terakhir tercatat 2,48 juta kasus kanker paru atau sekitar 12,5 persen dari seluruh kasus kanker di dunia. Di Indonesia, jumlah kasusnya meningkat dari 30.023 pada 2018 menjadi 38.904 kasus pada 2022, sekitar 9,5 persen dari total kasus kanker nasional.

Dr. Lim Hong Liang, Senior Consultant in Medical Oncology Parkway Cancer Centre (PCC), menjelaskan kanker paru muncul saat sel abnormal tumbuh tak terkendali di jaringan paru dan menyebar ke organ lain seperti otak, tulang, dan hati. Ia menegaskan, gejala awal sering diabaikan karena mirip gangguan pernapasan ringan.


“Batuk berkepanjangan, sesak napas, atau nyeri dada sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal kanker paru,” kata Lim dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (11/11/25).

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan