PRIORITAS, 5/1/2026 (Nusantara): Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur memasuki fase krusial. “We are at the point of no return.” Kalimat yang diucapkan oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ini bukan sekadar pernyataan teknis tentang progres konstruksi. Ia adalah sebuah ikrar ideologis yang menegaskan, secara teknis, finansial, dan politis, proyek IKN telah melewati ambang batas untuk dihentikan.
Hingga akhir 2025, sejumlah infrastruktur vital telah rampung 100 persen dan siap beroperasi, bahkan sebagian fasilitas modern tidak dimiliki Jakarta. Infrastruktur tersebut antara lain Bendungan Sepaku Semoi sebagai penyedia air baku utama, Istana Negara dan Lapangan Upacara, Jalan dan Plaza Sumbu Kebangsaan, Bandara Internasional Nusantara, Bukit Bendera, Taman Kusuma Bangsa, Training Center PSSI, PLTS 50 MW, serta Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berkonsep zero waste.
Bandara Internasional Nusantara telah resmi beroperasi sejak Juni 2025 untuk penerbangan khusus dan diproyeksikan berstatus komersial penuh pada 2026. Sementara PLTS 50 MW menjadi tulang punggung energi terbarukan IKN guna mewujudkan kota net zero emission.
Di sisi lain, proyek strategis seperti Kantor Kementerian Koordinator, Istana Garuda, serta rusun ASN dan Hankam masih dalam tahap konstruksi dengan progres rata-rata 70–90 persen.
Dari sisi pendanaan, pembangunan IKN didukung APBN serta skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan total komitmen investasi lebih dari Rp 225 triliun. Pemerintah menargetkan IKN resmi berfungsi sebagai Ibu Kota Politik Indonesia pada 2028, seiring dimulainya Tahap II pembangunan dengan dukungan anggaran Rp 6 triliun.
Pembangunan masif ini menegaskan IKN sebagai simbol transformasi peradaban baru Indonesia yang berstandar global dan berkelanjutan. Dilansir Kompas.com, berikut deretan infrastruktur utama IKN yang telah tuntas:
Pertama, Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku.
Infrastruktur ini menjadi fondasi utama kehidupan IKN. Bendungan Sepaku Semoi telah selesai 100 persen dan berfungsi sebagai penyedia air baku utama dengan kapasitas 2.500 liter per detik.
Kedua, Istana Negara dan Lapangan Upacara.
Area eksterior Istana Negara dan lapangan utama telah rampung sepenuhnya. Fasilitas ini sukses digunakan pada Upacara HUT ke-79 Republik Indonesia, menandakan stabilitas daya dukung lahan dan infrastruktur dasar kawasan inti pemerintahan.
Ketiga, Jalan Sumbu Kebangsaan sisi Barat dan Timur.
Akses utama menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) telah tersambung secara fungsional dengan progres fisik mencapai 100 persen, menyisakan pengerjaan lanskap dan fasilitas pendukung.
Keempat, Sumbu Kebangsaan (Plaza Seremoni).
Ruang terbuka hijau yang menjadi jantung orientasi IKN ini telah rampung, mencakup jalur pedestrian, kolam retensi, dan berbagai fasilitas publik.
Kelima, Bandara Internasional Nusantara.
Bandara telah tuntas 100 persen pada sisi udara dan darat, serta resmi beroperasi sejak 12 Juni 2025. Saat ini bandara masih berstatus khusus melayani penerbangan charter, pesawat pemerintah, dan TNI AU, dengan target beroperasi komersial penuh pada 2026.
Keenam, Bukit Bendera.
Salah satu titik tertinggi di KIPP ini menjadi simbol patriotisme nasional dengan tiang bendera setinggi 79 meter. Kawasan ini juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dengan panorama 360 derajat ke seluruh area IKN.
Ketujuh, Taman Kusuma Bangsa (Memorial Park).
Taman ini menjadi area penghormatan bagi para pahlawan bangsa, dilengkapi patung Proklamator Soekarno–Hatta, plaza, kolam refleksi, serta jalur pejalan kaki yang menyatu dengan alam.
Kedelapan, Training Center PSSI.
Pusat pelatihan sepak bola nasional ini dibangun di atas lahan 34,5 hektare dan dibiayai kolaborasi dana FIFA Forward dan APBN. Tahap pertama telah rampung 100 persen dan ditargetkan memiliki delapan lapangan, asrama, pusat medis, hingga fasilitas analisis teknis berstandar internasional.
Kesembilan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 50 MW.
PLTS ini menjadi tulang punggung energi terbarukan IKN, berkontribusi pada target net zero emission. Pembangkit mampu menghasilkan sekitar 93 GWh per tahun dan mereduksi emisi karbon hingga 104 ribu ton per tahun.
Kesepuluh, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
TPST IKN mengusung konsep zero waste dan ekonomi sirkular, dengan kapasitas pengolahan hingga 84 ton sampah per hari. Sistem ini terintegrasi teknologi smart city untuk pemantauan real-time.
Sementara itu, sejumlah proyek strategis masih dalam tahap konstruksi masif, antara lain Kantor Kementerian Koordinator dengan progres 80–90 persen, Istana Garuda yang memasuki tahap finishing interior, serta rusun ASN dan Hankam dengan progres rata-rata 70–85 persen.
Dari sisi pendanaan, pembangunan IKN didukung kolaborasi kuat antara pemerintah dan dunia usaha. Selain APBN, investasi melalui skema KPBU telah terkonfirmasi mencapai Rp158,73 triliun, ditambah investasi swasta murni sekitar Rp66,5 triliun.
Dengan dimulainya Tahap II pembangunan dan dukungan regulasi, pemerintah menargetkan IKN resmi berfungsi sebagai Ibu Kota Politik Indonesia pada 2028, menandai lahirnya pusat peradaban baru yang berstandar global dan berkelanjutan. (P-*/bwl)