Ilustrasi HP Samsung.(Dok/bukalapak.com)PRIORITAS, 28/12/25 (Jakarta): Setelah beberapa waktu dipenuhi dominasi merek-merek asal China, persaingan pasar smartphone Tanah Air kembali memanas. Kini peta kekuatan berubah drastis dan satu nama lama kembali menguasai puncak, menggeser para rival yang sebelumnya memimpin.
Adanya perubahan ini menjadi sinyal penting preferensi konsumen Indonesia tengah bergerak. Kombinasi strategi produk, harga, dan teknologi membuat satu pemain kembali naik takhta sebagai raja HP di Indonesia.
Sebagaimana laporan terbaru Counterpoint Research, yang dikutip dari CNBC Indonesia, untuk kuartal III-2025 menunjukkan, Samsung berhasil merebut kembali posisi puncak sebagai merek smartphone dengan pangsa pasar terbesar di Tanah Air.
Adapun produsen asal Korea Selatan itu mencatatkan kinerja pengiriman yang solid dengan pertumbuhan 30 persen year-on-year (YoY). Capaian tersebut membuat pangsa pasar Samsung melonjak dari 17 persen pada kuartal III-2024 menjadi 20 persen pada periode yang sama tahun ini, sekaligus mengantarkannya kembali ke posisi teratas.
Selain Samsung, merek yang bermain di segmen entry-level juga tampil agresif. Infinix mencuri perhatian dengan lonjakan pengiriman hingga 45 persen YoY, yang mendorong pangsa pasarnya naik dari 9 persen menjadi 12 pwersen dalam setahun terakhir.
Sedangkan Xiaomi masih mencatat pertumbuhan pengiriman sebesar 5 persen YoY. Namun, pencapaian tersebut belum cukup menahan penurunan pangsa pasar, yang turun dari 19 persen pada kuartal III-2024 menjadi 17 persen pada kuartal III-2025.
Sementara itu Oppo hanya membukukan pertumbuhan minimal 1 persen YoY, dengan pangsa pasar melemah dari 18 persen menjadi 16 persen.
Untuk tekanan lebih besar dialami Vivo. Pengiriman mereka bahkan turun -6 persen YoY, sehingga pangsa pasar menyusut dari 17 persen ke 14 persen.
Sebagaimana catatan Counterpoint pasar HP Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup kuat pada kuartal ketiga 2025. Berdasarkan laporan tersebut, pengiriman smartphone tumbuh 12 persen YoY, didorong meningkatnya minat pada perangkat entry-level, adopsi teknologi AI, serta semakin banyaknya pilihan ponsel 5G dengan harga terjangkau.
Sementara menurut Research Associate Counterpoint Research, Ridwan Kusuma, pertumbuhan pasar tahun ini mencerminkan perubahan perilaku pengguna yang semakin mengandalkan smartphone untuk produktivitas dan hiburan.
“Market smartphone Indonesia tumbuh sekitar 12 persen pada Q3 2025. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh adopsi Gen AI, semakin banyaknya smartphone 5G yang makin terjangkau, serta meningkatnya indeks kepercayaan konsumen,” kata Ridwan. (P-*r/am)