Tonton Youtube BP

Suzuki nilai BYD sebagai pesaing berat di segmen K-Car Jepang

Zamir Ambia
4 Nov 2025 11:17
2 minutes reading

PRIORITAS, 4/11/25 (Jakarta): Presiden Suzuki Motor, Toshihiro Suzuki, dilaporkan menilai BYD sebagai “ancaman serius” di tengah meningkatnya persaingan kendaraan kompak di pasar Jepang.

Menurut laporan Carnewschina yang mengutip IT-home pada Selasa waktu setempat, Toshihiro Suzuki mengakui, kehadiran BYD merupakan langkah penting dalam perkembangan pasar kendaraan ringan.

“Ada banyak standar mobil kecil di seluruh dunia, dan BYD memilih standar K-Car Jepang. Saya senang akan hal itu,” ujar Suzuki.

Era persaingan baru dimulai

Ia menambahkan, era persaingan baru tengah dimulai, sambil berharap kedua perusahaan dapat saling belajar dan berkembang bersama.

Meski begitu, ia mengakui, BYD menjadi “ancaman besar”, sambil menyoroti, konsumen Jepang kini kian terbuka terhadap produk asal Tiongkok.

Dalam ajang Tokyo Motor Show 2025, BYD mencuri perhatian dengan memperkenalkan mobil Kei pertamanya untuk pasar Jepang bernama Racco, yang menjadi langkah berani produsen asal Tiongkok itu memasuki salah satu segmen kendaraan kecil paling khas di dunia.

Menanggapi hal tersebut, General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales, Liu Xueliang, menjelaskan kepada media Tiongkok, strategi BYD di Jepang tidak diarahkan untuk bersaing secara langsung dengan merek-merek lokal.

“Kami tidak datang untuk bersaing dengan produsen mobil Jepang. Tujuan kami adalah menawarkan lebih banyak pilihan kepada konsumen Jepang sehingga mereka dapat bebas menentukan mobil atau merek mana yang mereka sukai,” kata Liu.

Penjualan mobil BYD di Jepang

Meski telah beroperasi di Jepang selama sekitar dua puluh tahun, BYD baru secara resmi memasuki pasar mobil penumpang di negara tersebut pada Juli 2022.

Sejak saat itu, perusahaan telah menghadirkan sejumlah mobil listrik murni, seperti Atto 3, Dolphin, Seal, dan Sealion 7.

Hingga Oktober 2025, penjualan total mobil penumpang BYD di Jepang tercatat mencapai 7.123 unit.

Menurut Liu, performa penjualan BYD pada tahun ini sudah melampaui total penjualan sepanjang tahun 2024 hanya dalam sembilan bulan pertama.

“Tren pertumbuhannya masih positif,” menurutnya.

Namun, ia menilai, pertumbuhan BYD di Jepang kemungkinan akan berlangsung secara stabil, bukan dengan laju yang cepat.

“Pertumbuhan bertahap seperti ini sebenarnya bermanfaat untuk membangun platform kami. Selama proses pertumbuhan, kami terus mengidentifikasi masalah dan memperbaiki diri,” imbuhnya.

K-Car Jepang

Sebagai catatan, kategori K-Car di Jepang umumnya memiliki ciri mesin berkapasitas di bawah 660cc dengan ukuran bodi yang ringkas.

Segmen ini menyumbang sekitar 40 persen dari total pasar otomotif Jepang, dengan nilai penjualan tahunan mencapai 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp301 triliun.

Pada tahun 2025, Honda N-Box masih menduduki posisi teratas sebagai K-Car terlaris di Jepang, disusul oleh Suzuki Spacia, Daihatsu Move, Daihatsu Tanto, dan Suzuki Hustler. (P-Zamir)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x