Suresh Sallay ketika masih aktif sebagai Kepala Intelijen Sri Lanka. Ia kini ditangkap karena diduga terlibat pengeboman gereja-gereja tahun 2019 yang menewaskan 270 orang.(x-@alisabrypc)PRIORITAS, 25/2/26 (Kolombo): Aparat hukum Sri Lanka menangkap mantan kepala intelijen, Mayor Jenderal (purnawirawan) Suresh Sallay, yang diduga kuat terlibat dan ikut mendalangi pengemboman gereja-gereja pada saat Paskah 2019.
Penangkapan Suresh Sallay ini, terjadi menjelang peringatan 7 tahun serangan bom bunuh diri gereja-gereja dan hotel-hotel di Sri Lanka yang menewaskan 270 orang.
Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari The Independent, hari Rabu (25/2/26), Sallay, seorang pensiunan mayjen angkatan darat, ditangkap di pinggiran kota Kolombo.
Ia dituduh membantu dan bersekongkol dengan para teroris dalam untuk sengaja melakukan pengeboman Minggu Paskah. Serangan teroris di Sri Lanka itu paling mematikan dalam sejarah di negara itu.
Enam serangan serentak terjadi pada 21 April 2019 mengguncang Sri Lanka.
Pada pengarahan khusus hari Rabu, wakil inspektur jenderal senior Sri Lanka, Sajeewa Medawatte, mengatakan Sallay ditangkap berdasarkan bukti yang ditemukan terkait dengan serangan Minggu Paskah tersebut.
Peristiwa itu membangkitkan kembali kenangan akan perang saudara selama 26 tahun, yang sering ditandai dengan bom bunuh diri, pembunuhan dan perang gerilya dari para ekstrimis etnis Tamil di negara itu.
Dua hari setelah pengeboman, Negara Islam (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Mereka juga merilis video yang menunjukkan delapan pria Sri Lanka, termasuk sepasang saudara kaya, yang menyatakan kesetiaan kepada pemimpin kelompok tersebut saat itu, Abu Bakr al-Baghdadi.

Umat lain memberikan pertolongan terhadap para korban setelah terjadi serangan bom bunuh diri di gereja Santo Sebastian di Sri Lanka, tahun 2019 lalu.(facebook st.sebastien sri lanka)
Bertemu kelompok teroris
Juru bicara kepolisian Sri Lanka, Fredrick Wootler, mengatakan Departemen Investigasi Kriminal sedang menyelidiki “keterkaitan atau kelalaian” Sallay sehubungan dengan serangan tersebut.
Pada saat serangan terjadi, Sallay adalah seorang brigadir angkatan darat yang bertugas dalam peran diplomatik di Malaysia.
Ia kemudian diangkat sebagai direktur Badan Intelijen Negara pada akhir tahun 2019, setelah Gotabaya Rajapaksa menjadi presiden.
Setelah pengeboman tersebut, muncul tuduhan para penyerang memiliki hubungan dengan intelijen Sri Lanka dan Sallay sudah lama menjadi sasaran penyelidikan.
Pada tahun 2023, media Channel 4 melaporkan Sallay memiliki hubungan dengan para pelaku bom bunuh diri.
Seorang pria yang diwawancarai stasiun televisi Inggris tersebut, bernama Azad Maulana, mengklaim telah mengatur pertemuan Sallay dengan sebuah kelompok teroris lokal Sri Lanka, Thowheed Jamath. Kelompok ini diketahui terinspirasi Negara Islam (ISIS).
Diduga kuat dalam pertemuan inilah sebuah rencana pengeboman disusun untuk sengaja menimbulkan ketidakamanan di negara Sri Lanka, sehingga memungkinkan Rajapaksa memenangkan pemilihan presiden pada tahun yang sama.
Kenal wajah pelaku
Azad Maulana, adalah juru bicara kelompok ekstrim pecahan Macan Tamil, yang kemudian menjadi milisi proksi.
Mereka membantu pemerintah yang didominasi etnis Sinhala untuk mengalahkan para pemberontak.
Setelah rekaman kamera keamanan dari pengeboman itu dirilis, Maulana mengatakan ia mengenali wajah para pelaku sebagai orang-orang yang telah ia atur untuk bertemu dengan Sallay.
Aparat hukum Sri Lanka langsung melakukan penyelidikan mendalam, namun baru menangkap mantan kepala intelijen negara tersebut setelah 7 tahun berlalu.
Pada tahun 2021, otoritas Amerika Serikat (AS) mendakwa tiga warga Sri Lanka, karena mendukung serangan pengeboman Minggu Paskah, di mana lima warga Amerika termasuk di antara 45 warga asing yang tewas.
Ketiganya termasuk di antara 25 tersangka yang didakwa di hadapan Pengadilan Tinggi Sri Lanka.
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) juga sudah mendesak Sri Lanka untuk merilis sebagian dari penyelidikan sebelumnya, terkait serangan tersebut yang selama ini dirahasiakan dari publik.(P-Jeffry W)