Spesies manusia baru ditemukan di China

Armin Mandika
Kamis, 25 Desember 2025
IPTEK 0 355
2 menit membaca

PRIORITAS, 25/12/25 (Jakarta): Spesies manusia baru yang sudah punah di China, ditemukan oleh sekelompok ilmuwan. Spesies ini memiliki tengkorak lebih besar dari Neanderthal dan manusia modern.


Adapun Homo juluensis (namanya) punah sekitar 200.000 tahun lalu. Di situs Xujiayao, ditemukan fosil sisa-sisa 16 individu H. juluensis.

Untuk spesies ini menonjol karena mempunyai tengkorak besar dan lebar, begitupun giginya. Ukuran tengkorak mereka berkisar antara 103 dan 109 inch kubik, jauh lebih besar dari Neanderthal yang berukuran 88 inch kubik dan manusia modern yang berukuran 82 inch kubik.

Seperti dikethui, homo juluensis hidup di lingkungan yang keras. Di samping sisa-sisa penemuan fosil spesies tersebut, ditemukan alat-alat batu, artefak, serta tulang hewan. Ini menunjukkan gaya hidup yang adaptif.


Pihak peneliti percaya bahwa Homo juluensis adalah pemburu terampil yang mengandalkan kuda liar untuk mencari makan. Mereka memakan setiap bagian hewan, termasuk daging, sumsum tulang, dan tulang rawan, serta membuat pakaian dari kulit untuk bertahan hidup di musim dingin yang keras.

“Inisiatif penelitian terbaru di China, dan Asia Timur yang lebih luas, menunjukkan dengan jelas bahwa beberapa garis keturunan hominin hadir selama Kuarter Akhir,” jelas Christopher Bae salah seorang penulis studi, dikutip dari Greek Reporter dan dilansir dari detik.com.

Untuk periode ini, yang dimulai 300 ribu tahun yang lalu, ditandai oleh perubahan iklim yang dramatis, termasuk periode glasial (Zaman Es) yang mendorong kepunahan banyak spesies purba.

Sejumlah ilmuwan meyakini Homo juluensis hidup terisolasi dan dalam kelompok kecil. Mereka pun menjadi lebih rentan.

Ketika manusia modern mulai bermigrasi keluar Afrika pada 120.000 tahun silam, mereka kemungkinan melakukan kawin silang dan mengalahkan populasi asli seperti Neanderthal dan Homo juluensis.

Sementara untuk perbandingan antara Homo juluensis dan spesies hominin lainnya lebih jauh menggambarkan sifat unik mereka. Meskipun tidak berkerabat dengan Neanderthal, mereka memiliki kemiripan gigi dengan Denisova, populasi manusia purba yang diidentifikasi dari sisa-sisa di Siberia. (P-*r/am)

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan