
De Javasche Bank, salah satu peninggalan zaman Belanda. (Courtesy: Instagram)PRIORITAS, 14/4/26 (Jakarta): Sonneveld menjalani hidup mewah di Batavia pada 1910-an dengan gaya hidup glamor yang membuat banyak orang tak pernah curiga terhadap sumber kekayaannya.

Ia dan istrinya hampir setiap malam menghabiskan waktu di Societeit Harmoni, menikmati pesta dan hidangan mahal tanpa memikirkan biaya.
Kehidupan tersebut terlihat wajar karena Sonneveld dikenal memiliki karier mentereng sebagai mantan perwira KNIL sebelum bekerja di bank swasta besar.
Setelah pensiun dini dari militer, ia melanjutkan karier di Nederlandsch-Indie Escompto Maatschappij sebagai kepala bagian yang mengelola dana nasabah.

Posisi tersebut memberinya akses besar terhadap keuangan, sekaligus memperkuat citra sebagai pria kaya tanpa cela di mata publik.
Namun, semua anggapan itu runtuh ketika media mulai mengungkap skandal besar pada awal September 1913.

