Tonton Youtube BP

Sesudah di Riyadh, Saudi kini buka toko minuman beralkohol di Dhahran dan Jedah

Jeffrey Rawis
25 Nov 2025 14:50
2 minutes reading

PRIORITAS, 25/11/25 (Riyadh): Beragam hal baru terus muncul dan berkembang di Arab Saudi. Terkini, negara Raja Salman bin Abdulaziz, ini berencana membuka lagi dua toko minuman beralkohol.

Demikian diungkap sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada laman Reuters, dikutip CNBCIndonesia, Selasa (25/11/25).

Diketahui, pada tahun lalu, kerajaan telah membuka sebuah toko minuman beralkohol yang melayani diplomat non-Muslim di ibu kota Riyadh, yakni pertama kali sejak larangan diberlakukan 73 tahun yang lalu.

Dua gerai baru

Kemudian, kini dua gerai baru minuman beralkohol terbaru akan dibuka di provinsi timur Dhahran dan kota pelabuhan Jeddah.

“Toko baru di Dhahran akan didirikan di kompleks milik Aramco,” ungkap salah satu dari tiga orang yang berbicara kepada Reuters merujuk perusahaan minyak negara (BUMN), Saudi Aramco.

“Toko itu akan dibuka untuk non-Muslim yang bekerja untuk Aramco,” lanjut sumber tersebut, yang mengatakan, pihak berwenang Saudi telah memberi tahu mereka tentang rencana tersebut.

Sementara di Jeddah, dua sumber mengatakan, toko minuman keras lain dibangun untuk diplomat non-Muslim. Kedua toko tersebut diperkirakan akan dibuka pada tahun 2026.

“Tetapi belum ada jadwal yang dirilis,” ungkap dua sumber tersebut lagi.

Namun, kantor media pemerintah tidak segera menjawab pertanyaan mengenai rencana pembukaan toko di kedua lokasi tersebut. Aramco juga menolak berkomentar.

Mendadak jadi magnet

Tapi sebelumnya, laman AFP memberitakan sebuah kafe bernama A12 mendadak jadi magnet baru bagi anak muda lokal. Bir 0,0 persen alkohol viral di negara itu.

“Ide kami adalah menawarkan pengalaman orisinal kepada pelanggan yang bisa mereka bagikan di media sosial,” ujar Manajer Kafe A12, Abdallah Islam.

Dilaporkan, kafe ini langsung penuh sesak sejak mulai menyajikan bir Warsteiner non-alkohol pada April. Gambarnya bahkan terpampang besar di jendela.

Disebutkan juga, fenomena ini muncul di tengah reformasi besar yang dijalankan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Mulai dari pembukaan bioskop, izin mengemudi untuk perempuan, hingga masuknya turis asing.

“Kerajaan harus berhati-hati dengan potensi legalisasi alkohol, karena akan bertentangan dengan citranya sebagai pemimpin dunia Islam yang kredibel,” demikian Sebastian Sons dari lembaga riset Jerman CARPO. (P-*r/jr)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x