Sepanjang 2025, Satgas Kontraradikaliisasi temukan 21.199 konten bermuatan terorisme

Herling Tumbel
Rabu, 31 Desember 2025
1 menit membaca

PRIORITAS, 31/12/25 (Jakarta): Dalam kurun waktu sepanjang 2025, 21.199 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme ditemukan Satuan Tugas (Satgas) Kontraradikalisasi.

Satgas tersebut merupakan gabungan kementerian/lembaga yang meliputi BNPT, Badan Intelijen negara (BIN), Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS TNI), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT),  Komjen Pol (Purn.) Eddy Hartono, dalam acara Pernyataan Pers Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia Tahun 2025, di Jakarta, Selasa (30/12/25).

Ia menjelaskan, terhadap konten-konten tersebut Satgas Kontraradikalisasi telah melakukan upaya pemutusan akses kepada Komdigi.

Dilansir dari Antara, dalam pernyataan yang dipantau secara daring, Eddy mengatakan berbagai konten tersebut tersebar di berbagai platform media sosial, seperti di Meta (Facebook dan Instagram) sebanyak 14.314 konten, TikTok 1.367 konten, serta X 1.220 konten.

Ia menambahkan, di ruang digital, BNPT menemukan terdapat 137 pelaku aktif menyalahgunakan ruang siber untuk aktivitas terorisme, 32 pelaku terpapar secara daring dan bergabung dengan jaringan, serta 17 pelaku melakukan aktivitas terorisme di ruang digital tanpa terlibat langsung dengan jaringan.

Eddy Hartono mengatakan hal tersebut dikenal dengan self-radicalization, yakni terpapar melalui media sosial.

“Nah, ini menunjukkan bahwa resiko penyalahgunaan ruang digital ini semakin berkembang oleh jaringan terorisme maupun simpatisan terorisme,” tuturnya. (P-*/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025