Saham meroket usai IPO, pendiri Insta360 jadi miliarder di usia 34 tahun

Johanes Christiaan
Minggu, 21 Desember 2025
Bisnis EKBIS 0 686
2 menit membaca

PRIORITAS, 21/12/2025 (Jakarta): Pendiri perusahaan teknologi kamera aksi Insta360, Liu Jingkang atau yang dikenal sebagai JK, mencuri perhatian dunia bisnis setelah resmi menyandang status konglomerat muda. Di usia 34 tahun, kekayaannya melonjak tajam seiring keberhasilan perusahaan yang didirikannya melantai di Bursa Efek Shanghai.

Mengutip Forbes, lonjakan kekayaan JK dipicu oleh melonjaknya saham Insta360—yang tercatat dengan nama Arashi Vision—hampir empat kali lipat saat penawaran umum perdana (IPO). Valuasi perusahaan ini bahkan sempat menyentuh 143 miliar yuan atau setara sekitar Rp 340 triliun.

Data terbaru Forbes mencatat kekayaan pribadi JK mencapai sekitar US$3,7 miliar atau setara Rp 62 triliun. Insta360 sendiri berhasil menghimpun dana sebesar 1,94 miliar yuan atau sekitar US$270 juta melalui IPO di papan STAR Market Shanghai pada 12 Juni 2025. Saham perusahaan dibuka di level 182 yuan, melonjak 285 persen dari harga IPO sebesar 47,27 yuan.

Pencatatan tersebut menjadi IPO terbesar di STAR Market sepanjang 2025. Dana hasil IPO akan digunakan terutama untuk memperkuat riset dan pengembangan produk.

Dilansir CNBCIndonesia, JK merupakan lulusan ilmu komputer Universitas Nanjing dan mendirikan Insta360 pada 2015. Namanya sempat masuk daftar Forbes 30 Under 30 Asia pada 2017. Dengan kepemilikan saham sekitar 26,8 persen, termasuk saham atas nama istrinya, Forbes memperkirakan kekayaan JK berada di kisaran US$2,7 miliar.

Insta360 dikenal sebagai produsen kamera aksi dan imaging yang populer di kalangan kreator konten global. Produk unggulannya meliputi kamera aksi 360 derajat seri X dan kamera mini seri Go. Pada 2024, perusahaan mencatat pendapatan 5,6 miliar yuan, tumbuh 53,3 persen secara tahunan, dengan laba bersih mencapai 994,7 juta yuan.

Pertumbuhan pesat tersebut didorong oleh ekspansi global. Sekitar 76 persen pendapatan berasal dari pasar luar negeri, terutama Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Saat ini Insta360 memiliki sekitar 2.000 karyawan di berbagai negara.

Meski demikian, perusahaan menghadapi tantangan berupa ketegangan dagang AS–China serta persaingan ketat dengan pemain besar seperti GoPro dan DJI. Insta360 juga tengah menghadapi proses penyelidikan paten di Amerika Serikat.

Ke depan, Insta360 fokus mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan kompatibilitas virtual reality (VR), termasuk kemitraan dengan Apple untuk mendukung konten kamera Insta360 di perangkat Vision Pro. Langkah ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi kreator global yang diproyeksikan bernilai hingga US$2 triliun pada 2026. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025