
Ilustrasi rupiah dan dolar AS. (Antara)PRIORITAS, 10/8/26 (Jakarta): Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (10/8/2026). Penguatan tersebut membawa rupiah semakin menjauh dari level Rp18.000 per dolar AS.

Mengacu data Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 142 poin atau 0,79 persen menjadi Rp17.755 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan penguatan cukup signifikan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang utama Asia terhadap dolar AS berlangsung beragam. Yen Jepang melemah 0,60 persen, sedangkan dolar Singapura turun 0,09 persen.
Tekanan juga terjadi pada sejumlah mata uang Asia lainnya. Won Korea Selatan melemah 0,76 persen, rupee India turun 0,08 persen, dolar Hong Kong berkurang 0,01 persen, serta ringgit Malaysia melemah 0,06 persen.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia berhasil menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand naik 0,23 persen, yuan China menguat 0,02 persen, sementara peso Filipina meningkat 0,34 persen.
Menjadi perhatian
Penguatan rupiah membuat posisinya berada cukup jauh di bawah level Rp18.000 per dolar AS. Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar di tengah dinamika mata uang kawasan Asia.
Pengamat mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa (11/8/26). Namun, rupiah berpeluang melanjutkan penguatan.
Ibrahim memproyeksikan rupiah pada perdagangan Selasa berada dalam kisaran Rp17.700 hingga Rp17.750 per dolar AS. Proyeksi tersebut menunjukkan peluang penguatan lanjutan dari posisi penutupan perdagangan Senin.

