Produk limbah perca Kulon Progo kini tembus pasar internasional

Khalied Malvino
Jumat, 14 November 2025
2 menit membaca

Bermula dari tak sengaja

Beni menjelaskan usaha tersebut bermula dari situasi tidak disengaja ketika ia masih memproduksi sarung bantal. Saat itu, produksi sarung bantal menghasilkan banyak sisa kain yang biasanya langsung dibuang.


Seiring berjalannya waktu, seorang rekannya memberi saran agar limbah tersebut dimanfaatkan kembali. Dari saran itulah Beni mulai merangkai perca menjadi berbagai bentuk hingga usahanya berkembang seperti sekarang.

“Karena ada saran untuk mengolah kain sisa ini, akhirnya saya coba-coba. Ternyata bisa,” ujarnya.

Beni memaparkan proses pengolahan perca menjadi produk baru dilakukan dengan memilih kain yang masih layak, memotongnya sesuai kebutuhan, lalu menjahitnya satu per satu hingga membentuk produk jadi.


“Jadi prosesnya ini memang panjang dan rumit. Awal-awal memang susah, tapi kalau sudah terbiasa ya bisa lebih cepat jadinya,” ucapnya.

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan