Prabowo Subianto tekankan pengelolaan sampah terpadu secara nasional

Zamir Ambia
Selasa, 28 April 2026
NEWS 0 204
2 menit membaca

PRIORITAS, 28/4/26 (Jakarta): Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas nasional saat mengunjungi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).


Prabowo mendarat di Bandar Udara Tunggul Wulung, Kabupaten Cilacap, sekitar pukul 12.07 WIB sebelum melanjutkan agenda peninjauan ke TPST BLE yang berada di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor.

Saat melakukan peninjauan, Prabowo mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem pengolahan sampah di lokasi tersebut. Menurutnya, metode yang diterapkan tergolong sederhana namun berjalan efektif, dengan pemanfaatan teknologi tepat guna serta dominasi komponen lokal untuk mendukung pengelolaan sampah secara maksimal, mulai dari skala rumah tangga hingga tingkat kabupaten.

“Saya sangat terkesan. Ini terobosan yang sangat baik. Teknologinya tidak terlalu canggih, tetapi efektif dan sebagian besar menggunakan produk lokal,” tuturnya.


Ia menilai pola pengelolaan tersebut pantas diterapkan di berbagai wilayah lain. Bahkan, sistem itu disebut mulai mendapat perhatian dari sejumlah negara asing. Di Jawa Tengah sendiri, sekitar 13 kabupaten dikabarkan telah menerapkan konsep pengelolaan serupa.

Prabowo menambahkan pemerintah pusat bakal mendukung perluasan penerapan program tersebut, termasuk lewat pemberian bantuan langsung agar proses pengolahan sampah dapat berjalan lebih optimal.

“Dari pemerintah pusat akan kita dorong dan kita bantu agar bisa dikembangkan lebih luas. Targetnya, Banyumas bisa mencapai zero sampah pada 2028,” tuturnya.

Prabowo Subianto menekankan persoalan pengelolaan sampah perlu segera ditangani secara serius. Ia pun menargetkan pengendalian sampah secara nasional bisa terealisasi dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang.

Pengolahan limbah jadi material bangunan

Selain itu, Prabowo Subianto turut menyoroti inovasi pengolahan limbah menjadi material bangunan, seperti genteng berbahan sampah daur ulang. Menurutnya, produk tersebut memiliki nilai ekonomis dan berpeluang digunakan untuk mendukung program bantuan renovasi rumah.

“Gentingnya cukup murah dan efektif. Ini bisa kita pertimbangkan masuk dalam anggaran bantuan perbaikan rumah,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan material bangunan yang aman bagi kesehatan, termasuk mengurangi penggunaan atap seng yang mudah berkarat.

“Kita ingin kurangi penggunaan seng yang berkarat karena tidak sehat dan kurang baik secara visual,” katanya.

Lebih jauh, Prabowo menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata nasional.

“Kita harus kembalikan Indonesia menjadi negara yang bersih dan indah, sehingga nyaman ditinggali dan menarik bagi pariwisata,” ucapnya, demikian informasi yang diterima dari Beritasatu.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan