
Foto ilustrasi, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Halaman Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (24/02/25) lalu. (Dok/Arsip BPMI Setpres)PRIORITAS, 15/8/26 (Jakarta): Presiden Prabowo Subianto menyambut positif langkah Badan Pengelola Investasi Danantara dalam mengurangi jumlah badan usaha milik negara (BUMN). Menurut Prabowo, kebijakan tersebut telah menekan biaya overhead hingga lebih dari Rp50 triliun.

Prabowo menjelaskan, efisiensi tersebut berasal dari berbagai pos pengeluaran perusahaan pelat merah. Pos tersebut antara lain mencakup gaji direksi dan komisaris, sewa gedung dan kendaraan, serta biaya perjalanan dinas.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi itu ketika Danantara terus menjalankan transformasi BUMN melalui konsolidasi dan perampingan. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi struktur perusahaan negara dan mengoptimalkan pemanfaatan aset milik negara.
“Jadi, saudara-saudara sekalian, untuk itu, saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya,” ucap Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/26).

Sejumlah BUMN juga mencatat pertumbuhan laba yang signifikan. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut laba PT Timah melonjak 804,7 persen.
Sementara itu, laba Pupuk Indonesia tumbuh 253 persen dan Semen Indonesia meningkat 196,5 persen. Pegadaian mencatat pertumbuhan laba 84,6 persen, Pertamina 80 persen, dan Pelindo 60,4 persen.
Pertumbuhan laba juga terjadi pada BTN yang mencapai 40,8 persen. Bank Mandiri mencatat kenaikan laba sebesar 24,3 persen.
Di sisi lain, Krakatau Steel dan Kimia Farma yang sebelumnya mengalami kerugian kini berhasil memperbaiki kinerja dan kembali mencatatkan laba.

