Persaingan kecerdasan buatan sisakan dua pemain utama

Khalied Malvino
Minggu, 28 September 2025
Teknologi 0 710
2 menit membaca

Google dan Microsoft dalam ekosistem AI

Google melalui Gemini AI menonjol berkat integrasi di layanan Gmail, Docs, Android, dan perangkat pintar.

Dukungan riset DeepMind serta infrastruktur cloud mendorong Google menancapkan posisi kuat, termasuk dalam pengembangan AI medis dan industri.

Microsoft memperluas persaingan dengan AI Copilot di Windows, Office, dan Azure. Perusahaan ini juga tercatat sebagai investor besar OpenAI serta konsisten mendorong AI sumber terbuka lewat Azure dan GitHub.

OpenAI tetap menjadi pionir lewat proyek Stargate. Sementara itu, xAI milik Elon Musk bergerak agresif dengan pembangunan klaster pelatihan AI Gigawatt pertama di dunia.

Meski Wood memperkirakan hanya dua perusahaan akan bertahan, CEO Google Sundar Pichai menyebut kompetisi AI bisa memberi ruang lebih luas bagi banyak pemain.

“Saya percaya kita semua bisa sukses dalam skenario ini,” ujar Pichai.

Cathie Wood prediksi dua raksasa AI bakal bertahan di tengah kompetisi yang semakin ketat dan terfokus pada profitabilitas jangka panjang. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025