
Bina Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. (Bakamla RI)PRIORITAS, 21/12/2025 (Karimun): Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) melalui Zona Bakamla Barat melaksanakan kegiatan pembinaan bagi Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) yang digelar di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Kantor Zona Bakamla Barat, Laksamana Pertama Bakamla Syufenri, dalam keterangannya diterima Minggu (21/12/25) menyampaikan bahwa pembinaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Rapala dalam melakukan pengawasan di wilayah perairan.
“Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan di laut. Melalui kegiatan ini diharapkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan anggota Rapala semakin meningkat,” ujar Laksma Bakamla Syufenri.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 anggota Rapala Zona Barat dibekali berbagai materi terkait kemampuan dasar bekerja di laut, termasuk tata cara melaporkan kejadian dan potensi pelanggaran di perairan kepada instansi terkait.

Syufenri menegaskan bahwa Rapala bukan hanya menjadi mitra Bakamla RI, melainkan juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh instansi maritim serta pemerintah daerah sebagai bagian dari sistem pengawasan laut nasional berbasis partisipasi masyarakat.
“Kehadiran Rapala menjadi perpanjangan tangan negara dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut,” tambahnya.
Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim. Ia menilai pembinaan yang dilakukan Bakamla RI sangat penting, khususnya bagi masyarakat pesisir yang sehari-hari beraktivitas di laut.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan, sekaligus mendukung upaya menjaga keamanan dan keselamatan perairan di wilayah Karimun,” ujar Anwar Hasyim.
Rapala sendiri merupakan kelompok masyarakat yang dibentuk oleh Bakamla RI pada 3 Maret 2021, dengan tugas membantu menjaga keamanan, keselamatan, dan perlindungan laut. Anggota Rapala yang mengikuti pembinaan ini berasal dari kalangan nelayan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. (P-Jeff K)

