Pemerintah Iran matikan internet rakyat, Elon Musk hidupkan Starlink gratis

Jeffry Wuisan
Jumat, 9 Januari 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 9/1/26 (Teheran): Pemerintah Iran sengaja mematikan internet rakyat untuk membungkam komunikasi ke dunia luar saat protes anti-rezim meningkat. Namun pemilik Starlink, Elon Musk, malah menghidupkan jaringan internet bagi warga Iran secara gratis.

Selama dua hari berturut-turut komunikasi internet di seluruh Iran down bahkan terputus saat demonstrasi besar-besaran terjadi di semua kota di 31 propinsi.

Menurut pernyataan NetBlocks seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Jumat (9/1/2026), lalu lintas internet di Iran anjlok sejak Kamis malam, tak lama setelah seruan untuk protes massal dari pangeran Reza Pahlevi beredar pada pukul 8 malam waktu setempat.

“Iran kini telah offline selama 12 jam dengan konektivitas nasional yang stagnan di sekitar 1% dari tingkat normal, , setelah pihak berwenang memberlakukan pemadaman internet nasional”, tulis NetBlocks.

Dugaan kuat pemadaman ini adalah upaya untuk menekan protes besar-besaran, sambil menutupi laporan tentang kebrutalan rezim Iran.

Warga Iran yang marah membakar kantor polisi di Teheran.(womeniran)

Memblokir akses keluar

Kelompok pemantau internet tersebut melaporkan pemadaman internet di Iran, menggambarkan sebagai bagian dari kampanye sensor digital yang meningkat.

Pemerintah Iran berharap pemutusan jaringan internet itu dapat mengganggu koordinasi di antara para demonstran, termasuk memblokir akses untuk menyiarkan keluar negeri peristiwa atau kejadian di Iran. Selain internet, saluran telepon juga diputus.

Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di X, Reza Pahlevi menulis, “Jutaan warga Iran menuntut kebebasan mereka malam ini. Sebagai tanggapan, rezim di Iran telah memutus semua jalur komunikasi. Mereka telah mematikan internet. Mereka telah memutus saluran telepon rumah. Mereka bahkan mungkin mencoba untuk mengganggu sinyal satelit.”

Pendemo membalikkan dan membakar mobil-mobil polisi Iran di Teheran.(ncriarabic)

Jaringan internet Starlink

Kemudian, seorang reporter Iran International mengatakan miliarder Elon Musk secara diam-diam telah mengaktifkan jaringan internet global Starlink di seluruh Iran secara gratis.

Bahkan Starlink membagikan langkah-langkah untuk akses internet gratis bagi setiap pemilik handphone sehingga warga Iran tak perlu membeli perangkat satelit Starlink.

Warga hanya diminta mengaktifkan penangkapan jaringan dari mode normal ke mode pesawat, tanpa mematikan jaringan internet. Sinyal dari satelit Starlink akan secara otomatis terhubung dan mengaktifkan internet.

Dengan jaringan internet langsung dari satelit ke handpphone ini, pemerintah Iran akan sulit memblokir akses komunikasi masyarakat yang kini terus melakukan aksi unjukrasa unuk menggulingkan rezim Ali Khamenei.

“Elon Musk telah mengaktifkan akses internet satelit gratis di dalam Iran”, kata seorang reporter Iran International.

Musk dilaporkan berkomitmen untuk menjaga jaringan internet rakyat Iran tetap aktif, guna mencegah pihak berwenang Iran memutus konektivitas.

 

Pasukan Iran ditabrak mobil

Aksi protes masyarakat terhadap pemerintah Iran masih terus berlanjut.  Kini sudah memasuki hari ketigabelas.

Pasukan keamanan Iran bentrok dengan pendemo di sejumlah kota. Massa pendemo melempari dan mengejar para petugas keamanan karena bertindak brutal.

Di Mashhad kota terbesar kedua Iran, lima anggota petugas keamanan bersenjata terlempar di tengah jalan, karena ditabrak seorang pengemudi mobil Peugeot saat mereka mengejar para demonstran.

Rekaman menunjukkan sejumlah petugas keamanan Iran terlempar d tengah jalan akibat ditabrak sebuah mobil di Mashhad.(@visegrad24)

Belum diketahui apakah ada petugas keamanan Iran yang tewas, namun laporan saksi mata menyebutkan beberapa di antara mereka terluka cukup parah diduga akibat patah tulang.

Suara sorak sorai perempuan terdengar dari balkon saat mobil tersebut melaju di jalan dan menabrak para petugas keamanan Iran tersebut.

Ini menjadi sebuah tanda betapa dalamnya kemarahan rakyat  terhadap rezim Iran saat ini.

Ketika rezim Islam Iran kehilangan kendali, semuanya berubah dan rakyat mulai kehilangan rasa takut.

 

50 orang tewas

Jumlah korban tewas selama aksi protes di Iran telah mencapai 50 orang dan ratusan lainnya terluka akibat ditembak aparat keamanan Iran.

Di Lordegan, pasukan keamanan dilaporkan telah menewaskan delapan demonstran dalam satu hari, sementara bentrokan juga menyebabkan seorang kolonel rezim dan dua anggota Basij tewas.

Di tempat lain, para pengunjuk rasa membakar gedung-gedung pemerintah di berbagai kota, termasuk Lumar di provinsi Ilam. Simbol-simbol negara Iran telah menjadi sasaran massa di seluruh negeri.

Patung-patung telah dihancurkan dan dibakar. Bus-bus pemerintah dibakar di Mashhad.

Rekaman yang beredar daring menunjukkan para pengunjuk rasa di Mashhad juga merobek bendera Iran menjadi dua di tengah-tengah nyanyian menentang kepemimpinan.

Di ibukota Iran, Teheran, para demonstran membalikkan sebuah mobil polisi di Lapangan Kaj, sebuah daerah makmur di dekat Pegunungan Alborz, sementara massa meneriakkan, “Matilah penindas!”.

Protes di Iran awalnya dipicu anjloknya nilai mata uang Iran dan melonjaknya inflasi, pada 28 Desember 2025.

Tetapi sejak itu,  telah berkembang menjadi gerakan yang lebih luas menuntut penggulingan rezim Republik Islam pimpinan Ayatollah Ali Khamenei. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025