Pasukan Amerika Serikat diduga bersiap serang Iran setelah Venezuela

Jeffry Wuisan
Senin, 5 Januari 2026
INTERNASIONAL 0 2184
3 menit membaca

PRIORITAS, 5/1/26 (London): Kelompok tempur Night Stalker yang baru selesai menculik presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, dilaporkan sedang mempersiapkan diri untuk operasi baru terhadap Iran.

Menurut informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Senin (5/1/2026), tanda-tanda Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Iran semakin jelas,  seiring dengan masuknya gelombang puluhan pesawat C-17 pengangkut peralatan militer dan pasukan ke daratan Inggris.

Inggris menjadi titik transit utama militer AS untuk melakukan operasi di Eropa dan Timur Tengah.

Laporan terbaru malam ini menyebutkan sejumlah pesawat angkut militer C-17 Globemaster AS dalam perjalanan ke Timur Tengah dan beberapa di antaranya sudah mendarat di Qatar.

Media RT.com melaporkan penerbangan militer AS ke Inggris ini, menandakan kekuatan yang sangat besar, bukan sekadar armada kecil.

Pengerahan itu menunjukkan pergerakan Batalyon Lintas Udara ke-101 dan Batalyon ke-1, Resimen Ranger ke-75 Amerika Serikat.

Pasukan AS kini dididuga berada dalam mode OPSEC (Operasi Keamanan) tinggi untuk menuju Iran.

Saat ini AS memiliki sekitar 13.500 pasukan di Kuwait yang setiap saat siap digerakkan membantu serangan di Timur Tengah.  Pasukan ini bertugas sebagai pasukan respons cepat Timur Tengah (di antara misi lainnya).

Pengarahan pasukan Resimen Ranger ke-75 memperjelas AS sedang mempersiapkan serangan ke pangkalan militer musuh, karena misi utama pasukan tersebut adalah merebut lapangan terbang.

Sedangan Resimen ke-101 adalah unit Serangan Udara, untuk melumpuhkan target militer musuh melalui udara.

Beberapa pesawat angkutan militer C-17 AS dilaporkan menuju Timur Tengah.(@armchairadml)

 

Tidak biasa

Sesuatu yang tidak biasa tampaknya terjadi hari ini di pangkalan udara militer RAF Fairford dekat Gloucestershire di Inggris Raya.

Setidaknya 10 pesawat C-17A Globemaster III milik Angkatan Udara AS tiba di pangkalan tersebut. Pesawat pengangkut peralatan militer besar itu menyeberangi Samudra Atlantik dari Amerika Serikat.

Hampir semua pesawat C-17 tampaknya berasal dari Hunter Army Airfield di Savannah, Georgia, markas Batalyon ke-1, Resimen Ranger ke-75 dan Batalyon ke-3, Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 (SOAR)

Pesawat yang lain berasal dari Campbell Army Airfield di Kentucky, yang merupakan markas Divisi Lintas Udara ke-101 dan Batalyon ke-1/2 tambahan Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 (SOAR).

Pesawat C-17 itu tidak hanya membawa personil militer, tetapi juga dapat mengangkut peralatan militer berat, dari berbagai jenis senjata peluru kendali, hingga kendaraan lapis baja seperti tank.

Para pengamat militer menilai pemindahan peralatan militer dalam jumlah besar tersebut bukan secara kebetulan dan tanpa tujuan, tetapi diperkirakan ada sesuatu yang akan terjadi. Operasi cepat membutuhkan peralatan militer yang telah disiapkan sebelumnya.

 

Iran akan dihantam

Presiden AS, Donald Trump, kembali memperingatkan akan menghantam Iran sangat keras, jika negara itu masih membunuh demonstran.

Unjukrasa di Iran masih terus berlangsung dan sudah memasuki hari kedelapan. (thecradle)

“Kami mengawasinya dengan sangat cermat. Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu, saya pikir mereka akan mendapat balasan yang sangat keras dari Amerika Serikat,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, hari Senin.

Aksi unjukrasa masyarakat yang memprotes pemerintah Iran sudah berlangsung selama delapan hari.

Mereka memprotes dan menuntut rezim pimpinan Ayatollah Ali Khamenei dibubarkan, karena rakyat tidak bisa hidup bebas dan menjadi semakin miskin.

Rezim Iran dituding korup dan hanya menghamburkan banyak uang rakyat untuk membeli peralatan militer.

Setidaknya sudah 21 orang pengunjukrasa tesas ditembak aparat keamanan Iran selama aksi unjukrasa sejak 28 Desember 2025 lalu.

Demonstrasi ini merupakan yang paling besar dan lama di Iran sejak gerakan tahun 2022-2023 yang dipicu kematian wanita muda Mahsa Amini.

Amini ditangkap polisi Iran karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat bagi perempuan di Iran. Ia diduga kuat disiksa selama ditahan dan tewas. (P-Jeffry W)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025